Bandara Malikussaleh Dikelola UPBU Rembele

Bandara Malikussaleh di Aceh Utara, mulai 1 Januari 2019 resmi dikelola oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara

Bandara Malikussaleh  Dikelola UPBU Rembele
Pesawat Garuda Indonesia ATR 72-600 dengan nomor penerbangan GA-7125 mendarat perdana di bandara Malikussaleh, Aceh Utara, Rabu (4/2). Kini Garuda akan terbang tiga kali dalam seminggu, yaitu hari Senin, Rabu, Jumat rute Kuala Namu-Lhokseumawe, Lhokseumawe-Kuala Namu. SERAMBI/ZAKI MUBARAK 

TAKENGON - Bandara Malikussaleh di Aceh Utara, mulai 1 Januari 2019 resmi dikelola oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. Pengoperasian Satuan Pelayanan (Satpel) Bandara Malikussaleh kini berada dibawah Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Rembele, Kabupaten Bener Meriah.

Kepala UPBU Rembele, Yan Budianto, kepada Serambi, Rabu (2/1), mengatakan, proses pengalihan pengelolaan Bandara Malikussaleh dari Pemkab Aceh Utara kepada Kemenhub sudah dilakukan sejak tahun 2017. “Ditjen Perhubungan Udara menunjuk UPBU Rembele untuk mengelola Bandar Udara Malikussaleh yang ada di Kabupaten Aceh Utara,” kata Yan Budianto.

Dia menuturkan, dilakukannya take over Bandara Malikussaleh itu bertujuan untuk mengembangkan bandara tersebut di masa yang akan datang. “Tentu, setelah dipegang oleh Kemenhub, diharapkan bisa lebih maju,” tuturnya.

Disamping itu, pihak Kemenhub berkomitemen meningkatkan pelayananterhadap pengguna jasa penerbangan dan juga peningkatan kapasitas Bandar Udara Malikussaleh ke depannya.

Yan Budianto menambahkan, untuk tahap awal pengelolaan Bandara Malikussaleh, akan dipenuhi pola minimal keselamatan penerbangan. Selanjutnya, optimalisasi infrastruktur untuk mendukung pelayanan penerbangan.

“Proses pelayanan penerbangan juga akan lebih diperketat demi menjaga keselamatan serta keamanan penerbangan. Jadi, masyarakat pengguna jasa penerbangan dan juga masyarakat sekitar Bandar Udara Malikussaleh juga diharapkan kerja samanya untuk meningkatkan keamanan dan leselamatan Penerbangan,”pintanya.

Untuk tahap awal, UPBU Rembele telah menyediakan dan mengoperasikan mesin x-ray Bagasi dan Walktrought Metal Detector (WTMD) untuk mengoptimalkan keamanan penerbangan serta menyiapkan 1 unit kendaraan Pemadam Kebakaran Foam Tender Type V berkapasitas 3.000 liter dan 1 unit Ambulance untuk kesiagaan keadaan darurat.

Dengan adanya take over pengelolaan Bandara Malikussaleh tersebut, maka sudah ada empat bandara yang dikelola oleh UPBU Rembele. Yaitu Bandara Rembele, Bandara Gayo Lues, serta Bandara Alas Leuser, Kabupaten Aceh Tenggara. Bandara Rembele, berada di kawasan Kabupaten Bener Meriah yang melayani warga dari dua kabupaten yaitu Aceh Tengah serta Bener Meriah.(yos)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved