Korban Gempa Pertanyakan Bantuan

Para korban gempa di Gampong Rawasari, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya (Pijay) mempertanyakan bantuan rehab rumah

Korban Gempa Pertanyakan Bantuan
FOTO/IST
Hampir rampung-Pekerjaan pembanguna rumah bantuan untuk korban gempa di Samalanga, Bireeun yang dikerjakan pertengahan Agustus lalu hampir rampung seperti salah satu rumah bantuan di Samalanga. FOTO/IST 

* Dana Rehab Rumah belum Direalisasikan

MEUREUDU - Para korban gempa di Gampong Rawasari, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya (Pijay) mempertanyakan bantuan rehab rumah dan bangun rumah baru yang rusak diguncang gempa dari dana rehab-rekon. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pijay yang bertanggungjawab atas hal itu meminta warga bersabar.

“Belum ada kejelasan yang pasti, sehingga kami mempertanyakan kembali dana bantuan rumah rehab dan bangun baru, karena sudah dua tahun,” kata Mariani (48), korban gempa di Gampong Rawasari, Rabu (2/1). Dia meminta PBPD untuk segera merealisasikan bantuan itu pada tahun ini, sehingga warga tidak mempertanyakan lagi.

Pada akhir tahun ini, atau Senin (31/12/2018), korban gempa menyambangi kantor BPBD Pijay guna meminta kepastian, kapan dibangun rumah, padahal ribuan warga lainnya telah menempati rumah. Menurut Mariani, persoalan proses rehab-rekon ini, karena data rumah telah dimasukkan ke dalam daftar tunggu.

Tetapi, dia yang didampingi sejumlah warga mengaku khawatir, karena masa rehab-rekon akan berakhir pada 2018. “Kami telah lama bersabar dengan tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan,” katanya. dia berharap, BPBD harus segera memenuhi permintaan para korban gempa ini, sehingga dapat kembali menempati rumah yang layak.

Menanggapi desakan itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Pidie Jaya, HM Nasir secara terpisah mengatakan para korban gempa yang telah didata agar bersabar. Dia beralasan, bantuan tersebut telah masuk dalam data usulan lanjutan.

“Hanya dikarenakan proses yang terlambat, tetapi dilanjuti pada 2019 ini, karena data korban gempa telah diusulkan sejak pertengahan 2018 lalu,” katanya. Dia mengaku telah mengusulkan pembangunan 1.010 unit rumah susulan ke BNPB, makanya warga diminta bersabar.

Dilansir sebelumnya, pembangunan rumah korban gempa di Pidie Jaya (Pijay) terus dipacu, sehingga akan dapat dirampungkan pada akhir tahun ini. Kendala yang ditemukan di lapangan, atap yang harus berwarna biru atau sesuai dengan warna logo BPBD, sehingga rekanan kesulitan mendapatkannya, walau sudah mencari sampai ke Medan, Sumut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (Kalak-BPBD), HM Nasir menyatakan rumah korban gempa di wilayahnya, terutama seng harua berwarna biru laut, seperti logo BPBD. Dia juga meminta rekanan untuk segera menyelesaikan pekerjaan.

Peletakan batu pertama dilakukan April 2018 dan saat ini sudah berjalan delapan bulan yang seharusnya sudah rampung dibangun. Penelusuran Serambi ke beberapa kecamatan dalam sepekan terakhir ini, tahapan pekerjaan rumah bervariasi.

Seperti rumah yang masih tanpa atap, pemasangan kerangka baja serta banyak juga yang siap dibangun, tapi belum bisa ditempati karena masih ada beberapa bagian yang harus diselesaikan.

Beberapa warga penerima manfaat di Trienggadeng dan Panteraja, Kamis (13/12/2018) mengatakan rumah korban gempa dikhawatirkan tidak akan selesai sampai akhir tahun. Mereka mengaku tidak tahu, tetapi ada beberapa pemilik rumah yang protes ke tukang, sehingga banyak yang lari.

Jol Karnaini Usman, penyedia seng atap rumah korban gempa di Gampong Tampui, Kecamatan Trienggadeng menyatakan kendala utama pada stok seng warna biru laut. Dia mengaku sudah mencari sampai ke Medan dan baru ditemukan pada Kamis (13/12) dan saat ini sedang pemasangan seng.(c43/ag)

bantuan rumah korban gempa pijay
* Sebagian warga belum mendapatkan bantuan
* Kembali pertanyakan kejelasan ke PBPD Pijay
* Telah diusulkan ke BNPB Pusat pada 2018
* Direncanakan, 1.010 unit rumah dibangun
* Dijanjikan akan dibangun pada 2019

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved