Salam

Mari Berdisiplin di Jalan Raya

Setiap tahun, selalu saja ada korban yang meninggal dunia secara sia-sia akibat terjadi kecelakaan lalu lintas di sepanjang jalan raya

Mari Berdisiplin  di Jalan Raya
Kontan.co.id/Muradi
Foto ilustrasi: kecelakaan mobil 

Setiap tahun, selalu saja ada korban yang meninggal dunia secara sia-sia akibat terjadi kecelakaan lalu lintas di sepanjang jalan raya. Anehnya, angka kecelakaan tersebut bukannya menurun, tetapi malah terus bertambah.

Kasus terakhir adalah menimpa empat warga Bireuen, Senin (31/12). Insiden menjelang tutup tahun ini tentunya menambah panjang urutan jumlah korban kecelakaan di wilayah Bireuen sepanjang 2018.

Kasus kecelakaan pertama, Senin (31/12) terjadi di Jalan Nasional Banda Aceh-Medan, kawasan Desa Matang Wakeuh, Samalanga, antara becak motor dengan bus Sanura BL 7368 AA. Pengemudi becak bersama dua penumpangnya tewas sedangkan seorang lainnya luka berat.

Tabrakan maut itu terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Tiga korban tewas dan seorang luka berat dari becak motor semuanya warga Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen.

Korban tewas yaitu Atbahri (17), warga Desa Matang Nibong, pengemudi becak bersama dua penumpangnya yaitu Khairul Azmi (17), warga Desa Keude Jeunieb, dan Syahrial Fuad (15), warga Desa Tufah. Sedangkan seorang lagi penumpang becak atas nama Hidayatullah (15), warga Desa Meunasah Keutapang, luka berat.

Kanit Laka Polres Bireuen, Aiptu Zulkarnain mengatakan mobil Avanza melaju dari arah Banda Aceh ke Medan. Sepeda motor Vario BL 4057 ZQ dikendarai M Yusuf (60), warga Desa Seuneubok Paya, Peudada melaju satu arah. Setiba di kawasan Desa Pulo Lawang, sepeda motor berbelok ke kiri sehingga diseruduk Avanza.

Akibat kecelakaan itu, pengemudi sepeda motor, M Yusuf meninggal dunia. Sedangkan mobil yang menyeruduk sepeda motor M Yusuf terhenti setelah menabrak tiang gapura desa. Sopir Avanza dan istrinya mengalami luka ringan.

Sebelumnya, Sabtu (29/12), sebuah minibus yang ditumpangi satu keluarga juga tabrakan dengan truk pengangkut tabung elpiji di Jalan Banda Aceh-Medan, kawasan Desa Alue Rangan, Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur. Dari 10 penumpang dalam minibus, empat di antaranya tewas, termasuk sopir. Selebihnya luka-luka, bahkan ada yang kritis.

Menurut informasi, semua penumpang termasuk sopir minibus Isuzu Panther merupakan satu keluarga yang semuanya beralamat di Tandem Hilir 2, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Korban tewas dari minibus masing-masing Agus (sopir) bersama tiga lainnya yaitu Titin (34), Wisnu (10), dan Mussiem (45). Semuanya tewas di tempat dengan kondisi mengenaskan.

Sebenarnya, upaya antisipasi terhadap kecelakaan tersebut sudah dilakukan Pemerintah Aceh jauh-jauh hari, antara lain dilakukan pemasangan tambahan rambu lalu lintas di sejumlah titik rawan kecelakaan di Aceh.

Namun, kenyataannya sekeras apa pun bantuan yang diberikan oleh petugas belum bisa membuat pengendara untuk menghindar dari kecelakaan fatal yang berakibat meninggal dunia. Penyebabnya, ya itu tadi, lebih banyak dipengaruhi oleh sikap pengguna jalan raya yang tidak bisa disiplin.

Kita berharap dengan adanya peristiwa kecelakaan ini hendaknya benar-benar menjadi pelajaran bagi kita yang masih hidup untuk tidak melakukan kesalahan yang sama di tahun-tahun mendatang. Kuncinya, sekali lagi, mari kita berdisiplin di jalan raya!

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved