Bulog Gelar Operasi Pasar di 115 Titik

Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Aceh menggelar operasi pasar Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dengan mengelontorkan beras

Bulog Gelar Operasi  Pasar di 115 Titik
SERAMBI/BUDI FATRIA
Pekerja memuat beras di Gudang Bulog, Desa Siron, Aceh Besar, Kamis (3/1). Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Aceh menargetkan operasi pasar pada tahun 2019 dapat mencapai 200 ton per hari. SERAMBI/BUDI FATRIA 

* Gelontorkan 200 Ton Beras/Hari

BANDA ACEH - Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Aceh menggelar operasi pasar Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dengan mengelontorkan beras sebanyak 200 ton/hari di 115 titik se-Aceh. Operasi pasar itu diluncurkan di Kantor Perum Bulog Divre Aceh, Banda Aceh, Kamis (3/1).

Operasi pasar itu dilaksanakan selama Januari hingga Februari, dalam rangka pelaksanaan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH), sebab dalam dua bulan ke depan tidak ada panen di Aceh, sehingga dengan adanya operasi pasar, pasokan barang di pasar terus tersedia dan mencukupi. Dengan demikian harga tetap stabil.

Kepala Perum Bulog Divre Aceh, Basirun, menyebutkan operasi pasar dilaksanakan di 115 titik seluruh Aceh. Penyaluran dilakukan melalui pasar-pasar, Rumah Pangan Kita, mitra distributor, sinergi BUMN Pangan dan Satgas OP CBP Perum BULOG. Ia menargetkan dapat menghabiskan beras 200 ton/hari.

“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, 200 ton beras akan digelontorkan setiap harinya. Untuk stok juga tidak masalah, karena saat ini Bulog menguasai stok sebesar 25.625 ton,” ujar Basirun.

Dengan jumlah stok tersebut, Basirun memperkirakan beras akan mencukupi untuk konsumsi hingga lima bulan ke depan. Kemudian, pada Maret, April, hingga Mei nanti, Aceh sudah mulai memasuki panen raya, sehingga pasokan beras akan terus bertambah dan mencukupi.

Basirun menambahkan meski saat ini harga beras di pasar tetap stabil, namun Bulog tetap menjalankan operasi pasar. Hal untuk untuk menjaga agar harga terus stabil. “Tugas Bulog itu bukan hanya meredam saat harga melonjak, namun juga menjaga stabilitas,” tandas Basirun.

Perekonomian
Aceh Terus Naik
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh, Zainal Arifin Lubis, mengatakan saat ini perekonomian Aceh terus meningkat dari tahun ke tahun, karena ada pertumbuhan ekonomi sekitar empat persen.

Selain itu, untuk 2018 ini inflasi hanya dua persen dan lebih baik dari nasional. Artinya, jikainflasi rendah menandakan jika daya beli masyarakat Aceh tetap terjaga. Kondisi itu membuktikan bahwa perekonomian masyarakat juga membaik. “Dengan penghasilan mereka yang tetap, masyarakat mampu membeli barang yang harga relatif stabil,” ujarnya.

Ia menambahkan, melihat pengesahan APBA tahun 2019 yang sangat cepat, ia menilai perekonomian 2019 akan semakin positif. Namun hal itu harus didukung realisasi anggaran nanti. (mun)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved