Delapan Fakta Wacana Uji Baca Alquran Bagi Capres, Berawal dari Aceh Hingga Jadi Isu Nasional

Ada juga warganet yang mempertanyakan keberadaan aktivis Ikatan Dai Aceh ini saat polemik uji baca Alquran untuk calon Wali Nanggroe Aceh terjadi.

Delapan Fakta Wacana Uji Baca Alquran Bagi Capres, Berawal dari Aceh Hingga Jadi Isu Nasional
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Aceh mengikuti uji mampu baca Alquran, di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Rabu (28/9/2015). 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Wacana Aceh'>Ikatan Dai Aceh untuk menguji kemampuan membaca Alquran terhadap pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Indonesia, terus menggelinding.

Beragaman tanggapan para pendukung dan tim sukses kedua pasangan calon, serta pendapat para tokoh meramaikan media sosial, hingga media massa, terutama yang berbasis internet (online).

Bahkan, para calon presiden dan calon wakil presiden pun telah menanggapi secara langsung wacana tersebut.

Berikut fakta-fakta seputar wacana uji baca Alquran untuk capres/cawapres Indonesia yang dirangkum Serambinews.com dari berbagai sumber.

1. Berawal dari Aceh

Wacana untuk menguji kemampuan membaca Alquran bagi kedua pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil presiden Indonesia 2019-2024, disuarakan oleh Ikatan Da’i Aceh.

Dalam konferensi pers di 3 in1 Café, Banda Aceh, Sabtu (29/12/2018), Ketua Ikatan Da’i Aceh, Tgk Marsyuddin Ishaq SHi didampingi Sekretarisnya, Tgk Fatahillah MAg dan beberapa pengurus lembaga itu, meminta pasangan calon presiden, Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk mengikuti tes mampu baca Alquran seperti yang lazim dilaksanakan di Aceh ketika Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) atau Pemilu Legislatif (Pileg).

“Kita ingin mengundang kedua paslon capres untuk mengikuti ketrampilan mampu baca Alquran di depan khalayak ramai. Terobosan ini akan kita mulai dari Aceh sebagai pionir,” kata Tgk Marsyuddin.

Dia menegaskan bahwa lembaganya bersikap netral pada Pilpres 2019.

Adapun tujuan uji baca Alquran bagi pasangan capres/cawapres ini, adalah untuk meredam perang fitnah dari tim pemenangan dan relawan masing-masing calon yang selama ini sering terjadi dengan membawa-bawa embel agama.

Halaman
1234
Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved