Koordinator TPJ, Nazaruddin Ibrahim Imbau Polri Bentuk Satgassus Hoaks Pemilu

Nazaruddin Ibrahim, mengimbau Mabes Polri membentuk Satuan Tugas Khusus (Satgassus) untuk menangkal hoaks menjelang Pemilu.

Koordinator TPJ, Nazaruddin Ibrahim Imbau Polri Bentuk Satgassus Hoaks Pemilu
Serambinews.com
Koordinator Nasional Tim Pembela Jokowi 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Koordinator  Nasional Tim Pembela Jokowi (TPJ) H Nazaruddin Ibrahim, mengimbau Mabes Polri membentuk Satuan Tugas Khusus (Satgassus) untuk menangkal hoaks menjelang Pemilu, dan memberikan insentif kepada masyarakat yang bersedia melaporkan berita hoaks.

“Sudah saatnya Kapolri mengambil inisiatif melakukan upaya serius bagi pemberantasan hoaks Pemilu. Karena ini sangat membahayakan bangsa dan negara,” sarannya saat ditemui Serambinews.com, di Jakarta, Jumat (4/1/2019).

Nazar mengatakan, beredarnya infomasi hoaks atau kabar bohong yang menyebutkan ada 7 kontainer surat suara Pilpres yang tercoblos, patut diduga sebagai upaya kelompok yang tergorganisir untuk mendeligitimasi Pemilu dan Pemerintah. 

“Ini sangat berbahaya. Karena itu, polisi harus bertindak super cepat untuk mengungkap penyebaran informasi sesat dan menyesatkan tersebut," ujarnya.

Baca: Heboh Isu Surat Suara Tercoblos 7 Kontainer Dari China Begini Reaksi dan Tindakan Pihak KPU

Baca: Saat Ada Kabar Surat Suara Sudah Tercoblos, KPU dan Bawaslu Sempat Panik, Ini Kronologi & Temuannya

Baca: Kasus Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos, Relawan Jokowi Laporkan Andi Arief ke Bareskrim Polri

Tim Pembela Jokowi, kata Nazar, mendukung penuh  Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) yang dengan cepat memproses hukum temuan ini.

Menurutnya, KPU pun telah memastikan kabar adanya tujuh kontainer berisi surat suara pilpres yang sudah dicoblos, sebagai berita bohong atau hoaks.

Nazar mengungkapkan, saat ini di media sosial, sedang berlangsung gerakan yang terstruktur, sistematis, dan massif dari kelompok yang diduga berpihak kepada salah satu kandidat, untuk menyebarkan informasi sesat dan menyesatkan.

Baca: Fakta-fakta Foto Setengah Tanpa Busana Brigpol D, Ternyata Dibohongi Napi di Lampung

“Hal ini sangat meresahkan, karena informasi tersebut sudah dikemas seolah-olah benar. Padahal informasi itu hoaks,” ujarnya.

Nazar mencontohkan, video tentang KTP ganda yang beredar saat ini, yang seolah-olah itu dibuat seperti benar. Padahal menurutnya, itu hanyalah informasi hoaks yang diproduksi berulang-ulang, saat menjelang Pemilu.(*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved