Tahun Ini Aceh Booming Program Pelatihan

Dalam pelaksanaan kegiatan APBA tahun ini, Pemerintah Aceh akan mengalami booming (ledakan) kegiatan pelatihan

Tahun Ini Aceh Booming Program Pelatihan
SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Ketua DPRA Muhammad Sulaiman dihadapan Sekda Aceh Dermawan meneken SK Pengesahan Raqan APBA 2019 menjadi Qanun APBA 2019 pada, Senin (31/12) malam, bertepatan malam tahun baru 2019, di Gedung DPRA 

* Uang Saku Peserta Rp 109 Miliar

BANDA ACEH - Dalam pelaksanaan kegiatan APBA tahun ini, Pemerintah Aceh akan mengalami booming (ledakan) kegiatan pelatihan. Ratusan paket kegiatan pelatihan plus ratusan miliar rupiah uang saku telah ditempatkan dalam APBA 2019 oleh sejumlah Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA).

“Sementara untuk anggaran biaya tak terduga yang biasanya digunakan untuk mengatasi masa panik bencana alam, seperti banjir bandang, gempa bumi, tanah longsor, dan lainnya hanya dialokasikan 50 miliar rupiah,” ungkap Koordinator LSM Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian kepada Serambi di Banda Aceh, Kamis (3/1).

Dasar MaTA menyatakan bahwa pada tahun ini Aceh akan “booming” berbagai jenis kegiatan pelatihan, menurut Alfian, didasarkan pada data alokasi anggaran untuk pelatihan yang terdapat di dalam APBA 2019 yang sudah dievaluasi Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Misalnya, untuk uang transportasi dan uang saku peserta pelatihan, dialokasikan anggaran sebesar Rp 109 miliar. Selanjutnya untuk konsumsi peserta pelatihan disediakan dana Rp 81,4 miliar, untuk pembayaran peneliti, tenaga ahli, dan narasumber diplot anggaran Rp 112,7 miliar. Bukan cuma itu, alokasi anggaran untuk pembelian tas peserta pelatihan juga besar, mencapai Rp 21,3 miliar. Selain itu, masih ada belanja cendera mata senilai Rp 7,8 miliar.

Dari alokasi anggaran tersebut di atas, kata Alfian, sudah dapat diperkirakan, paket kegiatan pelatihannya akan mencapai ratusan paket. Rasanya, jika semua kegiatan pelatihan itu dilaksanakan di Banda Aceh dan Aceh Besar, tidak cukup waktu dan aula serta hotel yang akan dijadikan sebagai tempat penginapan dan pelatihan.

Jumlah peserta pelatihan, lanjut Alfian, bisa mencapai ratusan ribu orang, dari seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) yang telah memprogramkan kegiatan pelatihan.

Jumlah peserta pelatihan, kata Alfian, bisa diperkirakan dari pos anggaran untuk pengadaan tas peserta pelatihannya. Anggran untuk beli tas peserta pelatihan mencapaia Rp 21,3 miliar. Seandainya, harga satuan tas pelatihan rata-rata seharga Rp 100.000/unit, maka jumlah tas yang dibeli sebanyak 213.000 unit. “Ini artinya ada sekitar 213.000 orang yang akan menjadi peserta pelatihannya,” sebut Alfian.

Itu baru jumlah tas, belum lagi waktu pelatihannya. Kalau untuk pelatihan biasa, jumlah harinya sekitar 1-2 hari, tapi jika untuk pelatihan guru, jumlah hari latihnya ada yang satu minggu lebih.

Di luar anggaran yang telah disebutkan MaTA itu, kata Alfian, masih ada diklat singkat, kursus, dan pelatihan untuk PNS yang alokasi anggarannya juga cukup besar, mencapai Rp 45 miliar. “Kami bukan tidak setuju dengan kegiatan tersebut, tapi pengalokasian anggarannya ada yang terlalu besar dan perlu dirasionalkan, untuk ditambahkan ke pos belanja publik,” saran Alfian.

Berdasarkan pengalaman dan fakta yang terjadi selama ini, ulas Alfian, setengah kegiatan pelatihan dilakukan tidak sesuai dengan proposal yang dibuat. Hari pelatihannya dipangkas sehingga hemat sewa hotel dan biaya konsumsi. “Tapi pertanggungjawaban keuangannya, tetap sama seperti di proposal awal,” sindir Alfian.

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved