Polisi Tangkap Dua Calo Proyek

Polres Aceh Barat, Sabtu (5/1) secara resmi menahan dua pria tersangka calo proyek APBK berinisial Y (38) dan I (42) alias R

Polisi Tangkap  Dua Calo Proyek
RADEN BOBBY ARIA PRAKASA, Kapolres Aceh Barat

* Pelaku Pengurus Partai di Aceh Barat

MEULABOH – Polres Aceh Barat, Sabtu (5/1) secara resmi menahan dua pria tersangka calo proyek APBK berinisial Y (38) dan I (42) alias R. Keduanya ditangkap, Jumat (4/1) setelah polisi menerima laporan dari tiga warga yang jadi korban dengan menyerahkan uang Rp 230 juta kepada tersangka.

Informasi diperoleh Serambi, ketiga korban yang melapor ke Polres Aceh Barat yaitu pria J, pria M, dan pria S, warga Aceh Barat. Mereka sudah menyerahkan uang kepada tersangka dengan besaran bervariasi sehingga totalnya mencapai Rp 230 juta.

Kedua pelaku termasuk sosok terkenal di Aceh Barat karena dekat dengan pejabat pengambil keputusan dan pengurus sebuah partai. Pelaku tercatat warga Kecamatan Woyla Timur.

Pelaku menjanjikan akan memberikan proyek swakelola dari APBK 2018 kepada ketiga korban. Namun hingga akhir tahun janji tidak kunjung terealisasi meski sudah beberapa kali dipertanyakan. Karena janji itu dinilai tak mungkin lagi terealisasi, akhirnya ketiga korban sepakat menempuh jalur hukum.

Mendapat laporan itu, polisi segera membekuk kedua pelaku di rumahnya untuk proses hukum. Polisi memeriksa pelapor dan terlapor serta menggelar perkara. Setelah didalami dan memenuhi unsur sehingga ditetapkanlah Y dan I alias R sebagai tersangka dan ditahan.

Beredar informasi di kalangan masyarakat bahwa pelaku dikenal dekat dengan kalangan pejabat di Aceh Barat. Dalam proses hukum kasus itu, polisi menyita tiga lembar kuitansi sebagai barang bukti (BB) penyerahan uang oleh korban kepada pelaku.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK kepada Serambi, Sabtu (5/1) membenarkan pihaknya telah menangkap dan menahan dua warga Aceh Barat dalam kasus dugaan penipuan. “Sejauh ini ada tiga korban melapor ke polisi karena telah memberikan uang kepada pelaku. Tetapi apa yang dijanjikan pelaku tidak kunjung direalisasikan,” katanya.

Menurut Raden Bobby, kasus ini masih terus didalami termasuk proyek apa saja yang pernah dijanjikan oleh pelaku kepada korban serta sumber anggarannya. Menurut keterangan sementara adalah proyek yang dialokasikan dalam APBK Aceh Barat 2018.

Kapolres mengatakan, berdasarkan gelar perkara yang dilakukan penyidik, kasus ini merupakan dugaan tindak pidana penipuan. “Kami masih terus mendalami apakah uang yang diserahkan korban kepada kedua pelaku itu dinikmati sendiri atau turut diserahkan kepada orang lain. Ini yang masih didalami penyidik. Total uang yang tertera di kuitansi cukup besar diduga ke depan itu bagian dari fee proyek,” demikian Kapolres Aceh Barat.(riz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved