Tanggul Pasi Lhok Terhenti

Pembangunan tanggul jalan kawasan pertambakan Gampong Pasi Lhok, Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie dihentikan

Tanggul Pasi Lhok Terhenti
SERAMBI/DEDE ROSADI
Tanggul Anak Laut di Gosong Telaga Barat, Singkil Utara, Aceh Singkil, ambruk, Jumat (7/9/2018).SERAMBI/DEDE ROSADI 

* Sepanjang 90 Meter tak Dibangun Lagi

SIGLI - Pembangunan tanggul jalan kawasan pertambakan Gampong Pasi Lhok, Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie dihentikan, seiring seorang pemilik tambak menolak menyerahkan tanahnya. Tanggul seharusnya dibangun sepanjang 90 meter bersamaan dengan timbunan dan satu jembatan dari dana rehab-rekon 2018 sebesar Rp 4 miliar lebih.

Jalan Pasi Lhok menghubungkan Trueng Campli, Kecamatan Glumpang Baro, Pidie dibangun dengan dana rehab-rekons, sebagai akses mengevakuasi warga pesisir saat terjadi bencana. Pantauan Serambi, Sabtu (5/1), jalan Pasi Lhok mulai rusak, karena sekitar 30 meter ambruk ke tambak, akibat tidak ada tanggul penahan badan jalan yang telah diaspal pada 2018.

Jika jalan yang ambruk tidak ditangani segera, maka badan jalan ambruk semakin meluas, karena ramai dlintasi kendaraan, baik roda dua, empat bahkan truk.

Muhammad Amir warga Gampong Pasi Lhok, Jumat (4/1) mengatakan pihaknya kecewa karena tanggul pengaman jalan Pasi Lhok sepanjang 90 meter tidak dibnagun lagi. Dikatakan, sebagian pinggir badan jalan yang telah ditimbun dan diaspal ambruk ke tambak akibat tidak adanya penahan.

Dia mengakui pembangunan tanggul dihentikan, akibat satu pemilik tambak tidak memberikan tanah untuk proyek tanggul, tetapi akhirnya bersedia menyerahkan tanah. Muhammad Amir menjelaskan saat pemilik tambak memberikan tanahnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie tidak bersedia mengerjakan lagi tanggul sepanjang 90 meter.

“Kami malu kepada pemilik tambak yang telah memberikan tanah untuk dibangun tanggul jalan, karena tidak jadi dibangun,” ujarnya. Dia berharap, tanggul penahan jalan harus dibangun, karena jika tidak, maka badan jalan yang ambruk akan semakin panjang.

Menanggap hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Rehab-Rekons BPBD Pidie, Fauzan, yang dihubungi kemarin mengungkapkan penyebab 90 meter tanggul jalan di Pasi Lhok tidak dikerjakan, lantaran pemilik tanah tidak memberikan tanahnya untuk tanggul saat penimbunan jalan.

Bahkan, katanya, anggota DPRK Pidie sempat turun tangan melakukan pendekatan dengan pemilik tanah, tapi tidak membuahkan hasil. “Pemilik tanah bersedia memberikan tanahnya dengan persyaratan harus dibayar. Kita tidak bisa membayar, karena pemilik tanah lain justru memberikan dengan sukarela,” ujar Fauzan.

Dia menambahkan jika diberikan, maka pemilik tanah juga akan meminta hal serupa, sehingga diputuskan di lokasi itu tidak diaspal. Fauzan menyatakan saat pihaknya tidak mengaspal jalan di lokasi tanggul tidak dibangun karena pemilik tambak tidak memberikan tanah, masyarakat memprotes BPBD Pidie.

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved