TNI Sosialisasi Bela Negara

Koramil 22/Langsa Barat Kodim 0104/Atim, menggelar sosialisasi kesadaran bela negara kepada puluhan mahasiswa

TNI Sosialisasi Bela Negara
Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI L Rudy Polandi membuka pembekalan wawasan kebangsaan dan latihan keterampilan kepada para generasi muda di Komando Pendidikan Bela Negara (Dodikbelaneg) di Rindam Iskandar Muda, Gampong Lheu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Senin (9/5). Kegiatan ini yang diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari perwakilan tiap-tiap kabupaten/kota se-Provinsi Aceh dengan tema ‘’Melalui pembekalan wawasan kebangsaan dan latihan keterampilan kita bangun generasi muda yang disiplin, semangat, kreatif, inovatif dan bermartabat serta bermamfaat untuk masyarakat, bangsa dan negara’’. 

LANGSA - Koramil 22/Langsa Barat Kodim 0104/Atim, menggelar sosialisasi kesadaran bela negara kepada puluhan mahasiswa dan masyarakat di Universitas Yapila, Gampong Birem Puntong, Kecamatan Langsa Baro, Sabtu (5/1)

Sosialisasi langsung disampaikan Danramil 22/Langsa Barat, Kapten Inf Sukamto, dengan mengusung tema: “Dengan Semangat Bela Negara Kita Membangun Karakter Bangsa Untuk Meningkatkan Persatuan Dan Kesatuan.”

Sukamto menjelaskan Indonesia memperoleh kemerdekaan melalui perjuangan dengan mengorbankan harta, benda, darah, dan nyawa dan bukan pemberian dari bangsa lain. Dikatakan, sebagai generasi penerus, semuanya harus bangga dan meneladani para pahlawan yang gagah berani melawan penjajah, untuk membebaskan diri dari belenggu penjajahan.

Dia menyatakan para pahlawan dan pendahulu ini telah mempraktekkan bela negara dalam perjuangan fisik dan non-fisik, seperti diplomasi untuk memproklamirkan Indonesia dan mempertahankan kemerdekaan RI.

Disebutkan, kehidupan di era globalisasi, seolah-olah negara tanpa batas dengan segala bentuk dinamikanya. Namun globalisasi selain membawa dampak positif, juga membawa dampak negatif yang memerlukan penanganan dan antisipasi, ujarnya.

“Untuk menghadapi berbagai ancaman dan tantangan globalisasi, diperlukan wawasan kebangsaan dalam memperkuat semangat nasionalisme melalui pendidikan bela negara,” ujarnya. Ditambahka, ada beberapa bentuk pendidikan bela negara yang harus diberikan kepada masyarakat ataupun lingkungan kampus.

Dia menjelaskan hal itu untuk membiasakan diri belajar disiplin, kerjasama, dan tanggung jawab, serta memahami wawasan kebangsaan. Dikatakan, keberadaan suatu bangsa dalam bingkai negara pada dasarnya dilandasi oleh tiga hal mendasar, yaitu kesadaran, semangat, dan tekad yang kuat dalam memahami wawasan kebangsaan.

“Ketiga aspek mendasar tersebut terakumulasi dalam pemahaman wawasan kebangsaan yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya. Menurutnya, pendidikan kesadaran bela negara untuk mengaktualisasikan nilai-nilai bela negara kepada setiap warga, demi terwujudnya kesadaran yang dapat mendukung pertahanan dan keamanan negara.

Sukamto mengatakan nilai-nilai dasar kesadaran bela negara dalam kehidupan sehari-hari, meliputi cinta Tanah Air, berbangsa dan bernegara, yakin bahwa Pancasila sebagai ideologi negara. “Bela negara akan kelihatan berarti, apabila setiap pemuda maupun mahasiswa sadar, bahwa masa depan negara ada ditangannya,” tandansnya.(zb)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved