Warga Tetap Lintasi Jembatan Ulee Raket

Jembatan rangka baja Ulee Raket di Sawang Teube, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat yang roboh pada November 2018 lalu

Warga Tetap Lintasi Jembatan Ulee Raket
Foto: Dokumen Warga
Kondisi jembatan Ulee Raket yang roboh pada Senin (12/11/2018). Jembatan ini dilaporkan sudah mengalami kerusakan sejak lama, namun tidak ada upaya perbaikan dari pemerintah. 

MEULABOH - Jembatan rangka baja Ulee Raket di Sawang Teube, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat yang roboh pada November 2018 lalu, hingga kini masih tetap digunakan warga untuk melintas. Meski kondisinya riskan karena sewaktu-waktu bisa roboh total, tapi warga tetap nekat melintasinya, bahkan dengan menggunakan kendaraan roda dua.

Beberapa warga kepada Serambi, Sabtu (5/1) kemarin, mengatakan, jembatan Ulee Raket yang roboh itu hingga kini belum dibongkar total, sehingga masih tetap bisa dilewati meski kondisi sudah sangat miring. “Banyak pihak khawatir bila tiba-tiba roboh total ketika ada warga yang sedang melewati jembatan itu,” kata Samsudin, warga Pante Ceureumen.

Dijelaskannya, jika dipaksakan tetap melintas, sewaktu-waktu jembatan itu bisa memakan korban. Oleh sebab itu, Samsudin meminta, pemerintah perlu segera membongkar rangka baja jembatan yang sudah miring tersebut. “Kalau sudah dibongkar maka warga tidak bisa melewati lagi. Tentu mereka akan mencari jalan alternatif lain,” ucapnya.

Seperti diketahui, Pemkab Aceh Barat dan DPRK sudah mengesahkan anggaran sekitar Rp 20 miliar dalam APBK 2019 untuk pembangunan kembali jembatan Ulee Raket yang roboh pada November 2018. Selama ini, jembatan itu merupakan jalur alternatif bagi warga dari sejumlah desa di Kecamatan Kaway XVI yang ingin ke Kecamatan Pante Ceureumen. Namun, pasca jembatan Ulee Raket roboh, warga dipaksa harus menggunakan jalur lain yang memutar dan lebih jauh jika ingin ke pusat kecamatan.

Jembatan putus
Sementara itu, warga Alue Keumang dan Babah Lueng di Kecamatan Pante Ceureumen berharap, jembatan gantung Alue Keumang yang putus pada Desember 2018 lalu, bisa secepatnya dibangun kembali. Jembatan sepanjang 150 meter itu putus dihantam banjir setelah abutment digerus erosi. “Sejauh ini belum ada tanda-tanda akan dibangun kembali,” beber Rahman, warga setempat, kemarin.

Ia mengungkapkan, selama ini warga harus melewati jalan memutar lewat Lhok Guci bila hendak ke pusat kecamatan. Karena itu, warga berharap, Pemkab Aceh Barat peduli sehingga jembatan tersebut dapat kembali dibangun. “Keluhan sangat dirasakan oleh anak-anak ke sekolah yang harus menempuh jalan sangat jauh,” tukasnya.(riz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved