Heran dengan Masyarakat Indonesia, Megawati: Kenapa Presiden Kita Sendiri Dibilang Keturunan China?

Ia pun mengatakan ada kecenderungan masyarakat Indonesia yang membenci seorang Presiden lantas menjatuhkannya dengan mencaci maki.

Heran dengan Masyarakat Indonesia, Megawati: Kenapa Presiden Kita Sendiri Dibilang Keturunan China?
Kompas.com
Megawati 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri heran dengan masyarakat Indonesia yang gemar menjelek-jelekan Presiden Joko Widodo.

Ia tidak terima Jokowi sebagai kepala negara difitnah dan dituduh keturunan China.

Hal itu disampaikan Megawati dalam acara Megawati Berbicara di Kantor DPP PDI-P, Menteng, Jakarta, Senin (7/1/2018).

"Sekarang kenapa sih sampai Presiden kita sendiri dibilang keturunan China lah, aseng lah. Ini yang saya bilang tadi, itu orang yang kirim-kirim begitu ngerti enggak sih apa yang sebenarnya yang akan kejadian?" kata Megawati.

Ia pun mengatakan ada kecenderungan masyarakat Indonesia yang membenci seorang Presiden lantas menjatuhkannya dengan mencaci maki.

Baca: Coblos Oposisi, Ibu 4 Anak Diperkosa Beramai-ramai di Depan Suami dan Anaknya

Baca: Hasyim Prasetya dan Dewi Ditemukan Tewas Tanpa Busana dalam Kamar Hotel, Ada Luka Tembak di Tubuhnya

Baca: Sempat Dirahasiakan, Identitas Pria Bersama Vanessa Angel Mulai Terbongkar, Ini 7 Faktanya!

Padahal, kata Megawati, setiap Presiden memiliki jasa tersendiri terhadap pembangunan Indonesia.

Bahkan, tutur Megawati, ia melarang kadernya menghujat Soeharto yang pernah menghambat karir politiknya dan bersebrangan sikap politik dengan ayahnya, Soekarno.

"Ketika Pak Harto itu dihujat saya yang mengatakan jangan hujat dia. Apa kalian akan begitu juga? Setiap Presiden naik kita angkat-angkat pokoknya. Tapi ketika sudah enggak seneng, jatuhkan," ucap Megawati.

"Apa itu bangsa Indonesia? Bangsa yang luhur? Katanya bangsa yang beradab?" lanjut dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Megawati: Kenapa Presiden Kita Sendiri Dibilang Keturunan China?"

Penulis : Rakhmat Nur Hakim

Editor: Amirullah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved