IDPA Tanam Ribuan Kurma di Aceh

Indonesian Date Palm Association (IDPA) atau asosiasi kurma Indonesia bersama pemerintah Aceh

IDPA Tanam Ribuan Kurma di Aceh
IST
KETUA Panitia Seminar Penanaman Kurma dan Penghijauaan Garis Pantai Indonesia, Zulfitri (kanan) menyerahkan dokumen kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Amiruddin sebagai tanda dimulainya penanaman kurma untuk menahan abrasi pantai di Pantai Kuala Cut, Lampuuk, Aceh Besar, Sabtu (5/1/). 

BANDA ACEH - Indonesian Date Palm Association (IDPA) atau asosiasi kurma Indonesia bersama pemerintah Aceh menggelar seminar nasional tentang manfaat kurma bagi Aceh di Joel Bungalow, Pantai Kuala Cut, Lampuuk, Aceh Besar, 5-7 Januari 2019. Seminar itu dilanjutkan dengan penanaman secara simbolis 10 pohon kurma perdana untuk penghijauan garis pantai.

Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta lintasprofesi, komunitas, pengusaha, wisatawan, akademisi, serta mahasiswa. Hadir pada kesempatan itu, sejumlah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh, perwakilan Bupati dan Wali Kota, serta pejabat dari dinas terkait. Acara itu menjadi awal dari penanaman pohon kurma di garis pantai Indonesia, yang dimulai dari ujung Sumatera dan Kilometer Nol Pulau Weh Sabang.

Community Development IDPA, Dr Hasbalah MT MSc mengatakan, kurma merupakan tanaman yang memiliki nilai ekonomis serta fungsi yang optimal. Tanaman kurma, katanya, juga efektif sebagai pemecah ombak dan penahan abrasi pantai. “Indonesia termasuk Aceh yang berpotensi tsunami sangat ideal apabila ditanami kurma di pinggir pantai,” ujarnya, seraya mengapresiasi Institut Kurma Indonesia dan Joel bungalows atas komitmennya untuk menyumbang 2.000 bibit kurma siap tanam senilai Rp 3 miliar.

Pemerhati serta pegiat pariwisata Aceh, Zulfitri mengatakan, kurma dapat menjadi brand syariah aceh. Dengan penanaman kurma itu, ia berharap ke depan pariwisata Aceh akan semakin berkembang. Ditambahkan, bagi masyarakat yang ingin berbagi atau berinfak kurma dapat menghubungi Institut Kurma Indonesia.

Sementara di Sabang, Wali Kota, Nazaruddin SIKom juga ikut berpartsipasi dalam penanaman pohon kurma perdana di Pulau Weh. Penanaman itu juga diinisiasi oleh Indonesia Date Palm Associated (IPDA). Wali Kota Nazaruddin yang akrab disapa Teungku Agam mengatakan, penanaman pohon kurma perdana menjadi momen yang bersejarah bagi masyarakat Sabang.

“Ini merupakan hal yang sangat positif dan bersejarah, karena sama-sama mengetahui manfaat yang sangat banyak dari pohon kurma seperti sebagai tanaman proteksi terhadap tsunami, penahan abrasi dan penghijauan garis pantai” ujar Teungku Agam.

Menurutnya, penanaman itu sebagai langkah awal dalam membangun agrowisata. Kedepannya diharapkan kurma dapat menjadi komoditi andalan di Aceh. Dikatakan, kegiatan itu juga menjadi motivasi bagi warga Sabang untuk mulai membudiyakan kurma dan menjadikannya sebagai destinasi agrowisata baru.(fit/mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved