Satpol PP Bongkar Lapak Pedagang

Satpol PP bersama petugas Disperindagkop Lhokseumawe membongkar puluhan lapak pedagang

Satpol PP Bongkar Lapak Pedagang
SERAMBI/SAIFUL BAHRI
PERSONEL Satpol PP membongkar lapak pedagang yang berjualan di Jalan Pase, Kota Lhokseumawe, Senin (7/1). 

LHOKSEUMAWE – Satpol PP bersama petugas Disperindagkop Lhokseumawe membongkar puluhan lapak pedagang di sepanjang Jalan Pase, Senin (7/1). Hal ini dilakukan dalam upaya menjaga keindahkan Kota Lhokseumawe.

Kasatpol PP dan WH Lhokseumawe, Dr Irsyadi kepada Serambi menyebutkan, beberapa hari sebelum dilakukan pembongkaran, Disperindagkop telah menyurati seluruh pedagang yang membuka lapak sepanjang Jalan Pase.

Isi dari surat Disperindagkop, khusus bagi pedagang yang membuka lapak di depan pasar buah, agar membongkar lapak secara permanen. Sedangkan yang membuka lapak di depan terminal labi-labi--semuanya penjual bandrek--, tetap bisa membuka lapak di posisi semula, yakni mulai sore hingga malam hari.

“Sedangkan usai berjualan pada malam hari, maka rak dan peralatan berdagang harus dipindahkan. Tidak seperti selama ini, usai berdagang, rak pedagang bandrek tetap diletakkan di badan jalan depan terminal labi-labi,” ujarnya.

Menurut Irsyadi, sesuai surat Disperindagkop, maka batas waktu bagi pedagang untuk memindahkan lapak di Jalan Pase adalah hari ini (kemarin-red). “Setelah kita pantau di lapangan, ternyata pedagang tidak mau pindah. Akibatnya, kita langsung bongkar,” ujarnya.

Sementara Kadisperindagkop Lhokseumawe, Ramli menyebutkan, seluruh pedagang yang berjualan di Jalan Pase (khususnya di depan terminal buah) telah didata. Bagi mereka nantinya akan diberikan jatah toko di pasar buah yang saat ini sedang kosong.

“Kita tidak hanya memindahkan lapak mereka saja, tapi memberikan fasilitas toko, walaupun mereka harus tetap sewa sesuai dengan harga ditetapkan Pemkab,” pungkasnya.

Pantauan Serambi, proses pembongkaran berjalan lancar. Bagi pemilik lapak yang ada di lokasi, maka lapak mereka dibongkar sendiri. Sedangkan lapak tidak ada pemiliknya, langsung dibongkar oleh petugas Satpol PP.

Anggota DPRK Lhokseumawe, Taslim A Rani mengaku, mendukung penertiban pedagang di Jalan Pase demi keindahan Kota Lhokseumawe. Namun, perlu diketuai pihak eksekutif, para pedagang yang membuka lapak di lokasi tersebut selama ini berjualan untuk memenuhi nafkah keluarga.

Sehingga, setelah lapak dibongkar harus disediakan lokasi lain bagi mereka agar bisa tetap berdagang. “Informasinya, bagi pedagang lapaknya dibongkar akan diberikan toko yang ada di Pasar Buah yang saat ini banyak kosong. Tentunya itu solusi yang baik. Tapi kita harapkan Pemko harus menepat janji. Jangan sebaliknya, pedagang yang lapaknya sudah dibongkar, malah tidak mendapatkan jatah toko tersebut,” ujarnya.

Karena itu, dia akan mengawal terus hal ini. “Kita tidak mau mendengar nantinya ada pedagang yang lapaknya sekarang sudah dibongkar, tidak mendapatkan jatah toko di pasar buah,” demikian Taslim A Rani.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved