Umat Kristen Ortodoks di Gaza Palestina Rayakan Natal di Tengah Blokade Israel

Sekitar 70 persen orang Kristen Gaza adalah Ortodoks Yunani, sedangkan sisanya milik Gereja Katolik Latin.

Umat Kristen Ortodoks di Gaza Palestina Rayakan Natal di Tengah Blokade Israel
ANADOLU AGENCY/MUSTAFA HASSONA
Umat Kristen Ortodoks mengambil bagian dalam misa Natal Ortodoks yang diadakan di Gereja Ortodoks Saint Porphyrius di Kota Gaza, Palestina, Senin 7 Januari 2019. 

SERAMBINEWS.COM, GAZA CITY - Umat Kristen Palestina di Jalur Gaza merayakan Natal pada hari Senin (7/1/2019).

Tidak seperti rekan-rekan Barat mereka (termasuk Katolik) yang merayakan Natal pada 25 Desember, komunitas Kristen Ortodoks umumnya menandai liburan atau Natal mereka pada tanggal 7 Januari setiap tahun.

Pada Senin pagi, lusinan keluarga Kristen berkumpul di Gereja Kristen Ortodoks St. Porphyrius di Kota Gaza, tempat mereka merayakan Misa Natal.

Para anggota sidang menyalakan lilin dan membaca ayat-ayat dari Alkitab.

“Kami merayakan Natal tahun ini di tengah-tengah blokade pendudukan Israel yang sedang berlangsung di Gaza,” Kamel Ayyad, kepala hubungan masyarakat untuk gereja, mengatakan kepada Anadolu Agency.

Israel telah memberlakukan blokade yang melumpuhkan di Jalur Gaza - melalui udara, darat dan laut - sejak 2006, ketika faksi perlawanan Palestina Hamas menyapu pemilihan legislatif Palestina.

Baca: Awalnya Pengungsi, 23 Tahun Kemudian Ihan Omar Kembali Sebagai Anggota Kongres AS

Pihak berwenang Israel, Ayyad menyesalkan, "telah menolak untuk mengizinkan lebih dari 100 orang Kristen (dari Gaza) untuk mengunjungi Betlehem atau Yerusalem untuk liburan Natal".

Dia kemudian menggambarkan blokade Israel - yang akan memasuki tahun ke-13 - sebagai "hukuman kolektif" terhadap sekitar dua juta penduduk Jalur Gaza.

Menurut Ayyad, umat Kristen Palestina mewakili "bagian integral" dari negara Palestina yang lebih luas.

Seperti rekan-rekan Muslim mereka, ia menjelaskan, "Orang-orang Kristen Gaza juga menderita dampak buruk dari blokade dan kesulitan ekonomi yang diakibatkan oleh blokade itu".

Halaman
123
Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved