5 Fakta Kericuhan Rapat DPRD Bombana, Ketua Hunuskan Senjata Tajam hingga Satu Anggota Dewan Terluka

Beberapa di antaranya peserta rapat dan orang dekat Ketua DPRD Bombana Andi Firman melempar kursi dan botol air mineral ke arah legislator.

5 Fakta Kericuhan Rapat DPRD Bombana, Ketua Hunuskan Senjata Tajam hingga Satu Anggota Dewan Terluka
(KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATI)
Rapat internal DPRD Bombana, Sulawesi Tenggara berakhir ricuh. Ketua DPRD Bombana cabut badik saat pimpin rapat internal DPRD setempat). 

Anggota DPRD Bombana dari Partai Golkar Herianto tak terima dengan serangan yang dialaminya saat kericuhan terjadi. Dirinya langsung melaporkan peristiwa itu ke Polres Bombana.

Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhardt membenarkan kejadian di gedung DPRD Bombana.

Pihak Polres Bombana juga telah menerima laporan anggota dewan itu.

"Laporan sudah diterima dan akan dilakukan penyelidikan terhadap laporan tersebut," terangnya.

5. Kericuhan reda setelah polisi datang

"Saya tidak habis pikir di DPRD biasa terjadi debat-debat panas, ini saya tidak ada debat hanya komunikasi dua orang sontak langsung kacau begini," kata Anwar, salah satu anggota dewan.

Anwar dan beberapa anggota dewan lainnya memilih untuk menyingkir agar tidak terkena sabetan badik atau lemparan kursi dan botol mineral.

Seperti diketahui, kericuhan yang memalukan tersebut terjadi saat Sudirman, anggota DPRD Bombana, bertanya ke sekwan tentang gambaran umum alokasi APBD 2018.

Kekacauan berhenti setelah Kapolsek Rumbia datang menenangkan rapat wakil rakyat itu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Fakta di Balik Kericuhan di DPRD Bombana, Gara-gara Pertanyaan Anggaran hingga Ketua DPRD Hunus Badik"

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved