Aceh Legend Juara

Turnamen Sepak Bola Eksekutif U-43 Aceh Legend yang digelar di Stadion H Dimurthala, Lampineung

Aceh Legend Juara
IST
PEMAIN Aceh Legend FC dan Footcom Pidie foto bersama dengan Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman, dan Bupati Pidie, Roni Ahmad alias Abusyik, usai final Turnamen Sepak Bola Eksekutif U-43 Aceh Legend di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, Senin (7/1) malam. 

BANDA ACEH - Turnamen Sepak Bola Eksekutif U-43 Aceh Legend yang digelar di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, berakhir. Hasilnya, tuan rumah Aceh Legend FC tampil sebagai juara setelah mematahkan perlawanan Footcom Pidie, 5-1, pada final yang berlangsung Senin (7/1) malam. Sementara Footcom harus puas sebagai runner-up turnamen yang memperebutkan Piala H Nazaruddin Dek Gam, Presiden Persiraja yang juga Caleg DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Partai puncak yang dipimpin wasit Mahmudi itu terasa spesial. Pasalnya, kedua tim finalis turut diperkuat oleh bupati dan wali kota dari kabupaten/kota klub tersebut berasal. Di kubu Aceh Legend, ada Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman. Sementara Bupati Pidie, Roni Ahmad atau yang akrab disapa Abusyik, merumput bersama Footcom. Hebatnya lagi, Abusyik yang masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua ikut mencetak gol melalui tandukan dan itu menjadi satu-satunya gol bagi Footcom dalam pertandingan tersebut.

Seperti diperkirakan sebelumnya, Aceh Legend yang diperkuat sederetan mantan pemain papan atas di Tanah Rencong semisal Tarmizi Rasyid, Dahlan Jalil, M Nur, Sopyan, Zulfadhli, Wahyudi, Azhari, Husaini, Khalidan, dan Faisal Jalil, tidak kesulitan untuk mengalahkan Footcom yang mengusung Abubakar, Jamaluddin, T Abdul Chair, Musanni, A Kadir, Hasanuddin, M Nasir, dan T Samsul Bahri.

Buktinya, dalam enam menit pertama Aceh Legend yang diarsiteki Anwar dan manajer Imran Thaib ini sudah unggul 3-0. Ketiga gol bagi tuan rumah masing-masing dicetak Wahyudi pada menit kedua, Dahlal Jalil menit keempat, dan Faisal Jalil menit keenam. Kebobolan dengan tiga gol cepat itu mengejutkan punggawa Pidie. Karena itu, mereka langsung berusaha menekan pertahanan Aceh Legend untuk mengejar ketinggalan.

Alih-alih mencetak gol balasan, malah gawang Footcom kembali bergetar setelah sepakan kerasWahyudi pada menit 27 gagal diblok kiper mereka, Rizwan. Skor 4-0 bertahan hingga turun minum. Selepas jeda, Aceh Legend memasukkan beberapa tenaga baru seperti Bachtiar Juli, Zulkifli Daud, dan Jayadi. Hasilnya, baru tiga menit babak kedua berjalan, Wahyudi mencetak gol ketiga dan mengubah kedudukan 5-0 untuk Aceh Legend.

Pada menit 53, Footcom menarik keluar Boyni dan digantikan oleh Bupati Pidie, Roni Ahmad alias Abusyik yang memakai nomor punggung 23. Tanpa diduga, masuknya Abusyik yang menempati posisi sayap kayap membuat serangan pasukan Pidie lebih hidup. Abusyik yang terlihat lincah mengolah ‘si kulit bundar’ beberapa kali berhasil memberikan umpan matang kepada pemain Footcom lainnya yang nyaris menghasilkan gol.

Setelah bermain sekitar sepuluh menit, Abusyik menuju ke pinggir lapangan dekat bench Footcom. Ternyata, tujuan Abusyik untuk melepas sepatu. Setelah itu Abusyik bermain kembali dengan tanpa mengenakan sepatu alias ‘kaki ayam.’ Aksi Bupati Pidie tersebut disambut dengan tepuk tangan dari ratusan penonton yang menyaksikan laga puncak itu.

Pada menit 78 di luar dugaan Abusyik berhasil mencetak gol sekaligus memperkecil kekalahan Footcom menjadi 5-1. Hebatnya, gol Abusyik lahir melalui tandukan setelah memanfaatkan umpan lambung pemain Footcom dari sektor kanan pertahanan lawan. Kiper Aceh Legend yang notabene mantan penjaga gawang top di Aceh, Eddy Gunawan, tak mampu menjangkau bola yang diarahkan Abusyik ke tiang jauh. Hingga duel berakhir, tuan rumah menang 5-1.

Kemenangan itu mengantarkan Aceh Legend FC sebagai juara pertama dan Footcom Pidie harus puas sebagai runner-up. Sementara Persima Meunasah Krueng dan KDC Keutapang Dua ditetapkan sebagai juara tiga (bersama). Adapun Wahyudi (Aceh Legend) menjadi topskor dengan torehan sembilan gol. Sedangkan pemain Footcom, Musanni, yang juga Kasdim 0102/Pidie terpilih sebagai pemain terbaik.

Hadiah kepada juara pertama diserahkan Abusyik, juara kedua diserahkan oleh Aminullah, dan juara ketiga masing-masing oleh Kadispora Banda Aceh, Hamdani Basyah SH dan Wakil Wali Kota Drs H Zainal Arifin. Adapun hadiah untuk pencetak gol terbanyak (topskor) dan pemain terbaik diserahkan Direktur PDAM Tirta Daroy, T Novizal Aiyub SEAk dan perwakilan Asprov PSSI Aceh.

Turnamen yang diikuti 16 dari sejumlah kabupaten/kota di Aceh itu ditutup Presiden Persiraja, H Nazaruddin Dek Gam. Dalam sambutannya, Dek Gam mengaku bangga bisa menyaksikan legenda sepak bola Aceh tampil dan mampu menyuguhkan hiburan bagi warga Banda Aceh dan sekitarnya. “Saya bangga bisa menyaksikan final ini, apalagi Abusyik mampu mencetak gol,” ujarnya.(jal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved