Pembunuh Bripka Faisal Segera Disidang

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Aceh Utara, Senin (7/1) melimpahkan tiga pria yang terlibat dalam kasus

Pembunuh Bripka Faisal Segera Disidang
IST
BOB RUSMAN, Humas PN Lhokseumawe

LHOKSUKON – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Aceh Utara, Senin (7/1) melimpahkan tiga pria yang terlibat dalam kasus pembunuhan anggota Polres Aceh Utara, Bripka Anumerta Faisal ke Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon.

Selain itu, juga diserahkan sepucuk senjata api (senpi) AK-56. Sebelumnya, jaksa menerima tiga tersangka bersama sejumlah barang bukti pada 18 Desember 2018, setelah berkas kasus itu dinyatakan lengkap secara formil dan materil.

Sementara tiga pelaku tercatat M Arief Munandar alias Arep (18) warga Desa Sungai Pawoh, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa. Kemudian, Darwin alias Wen (32) warga Desa Rantau Panjang, Kecamatan Rantau Selamat, Aceh Timur. Terakhir Muktarmidi alias Tar Alias Midi Alias Jenggot (31) warga Desa Pulo U, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Faisal ditemukan meninggal di kawasan Pantai Desa Bantayan Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara pada Minggu (25/8/2018) sekira pukul 03.00 WIB, dengan tiga luka di tubuhnya. Belakangan terungkap, Faisal dibunuh dengan cara ditembak menggunakan senpi jenis pistol revolver miliknya setelah dirampas

Muktar Midi, anggota komplotan bajak laut. Ia juga dikeroyok tujuh komplotan tersebut. Dari tujuh orang, polisi sudah berhasil menangkap hidup tiga tersangka. Sedangkan dua lagi, tewas saat penangkapan dan di rumah sakit. Sementara dua pria lagi, Susiadi alias Adi (28) warga Kecamatan Rantau Selamat, Aceh Timur, dan Tarmizi alias Dek Gam (25) warga Kecamatan Peureulak, sampai sekarang masih belum ditangkap sehingga dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Ketua PN Lhokseumawe, Wendra Rais MH melalui Humas Bos Rosman MH kepada Serambi Selasa (8/1) menyebutkan, untuk barang berupa senpi, amunisi serta barang bukti lain sudah dititipkan kembali ke jaksa. Sedangkan ketiga terdakwa sekarang sudah dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Lhoksukon, Aceh Utara dengan status tahanan hakim.

“Ketua pengadilan sudah menetapkan kasus tersebut akan disidangkan pada 15 Januari mendatang. Selain itu, juga sudah ditetapkan tim majelis hakim yang akan menyidangkan kasus tersebut,” ujar Bob Rosman. Majelis hakimnya terdiri T Latiful SH, Abdul Wahab, dan Fitriani SH.

Sementara Kejari Aceh Utara, Edi Winarto SH melalui Kasi Pidana Umum (Pidum), Fahmi Jalil kepada Serambi kemarin menyebutkan, ketiganya dilimpahkan setelah berkas dakwaan rampung disusun. “Untuk proses selanjutnya, kami menunggu pemberitahuan jadwal sidang perdana dari hakim dengan agenda membaca materi dakwaan,” katanya.

Humas PN Lhokseumawe, Bos Rosman menyebutkan, saat sidang perdana, hakim akan mempertanyakan apakah ketiga terdakwa menyediakan pengacara sendiri. Jika tidak mampu menyediakan penasehat hukum sendiri, majelis hakim hakim nantinya akan menyediakan dari Pos Bantuan Hukum (Pos Bakum) pengadilan.

“Karena ancaman hukuman terhadap kasus tersebut tinggi, makanya mereka berhak mendapat pengacara. Tapi itupun jika mereka bersedia. Namun, jika mereka tak bersedia didampingi pengacara, bisa menghadapi sendiri proses persidangan,” jelas Bob Rosman.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved