Tafakur

Investasi Ilmu

Setiap insan diberikan kesempatan untuk berinvestasi di dunia ini. Investasi bisa dikatakan sebagai usaha menanam modal

Investasi Ilmu

Oleh: Jarjani Usman

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji, Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah maha luas (karunia-nya) lagi maha mengetahui” (QS. Al-Baqarah: 261).

Setiap insan diberikan kesempatan untuk berinvestasi di dunia ini. Investasi bisa dikatakan sebagai usaha menanam modal. Apa yang diinvestasikan di jalan Allah pasti akan berkembang dan memperoleh keuntungan pahala yang terus-menerus. Tentunya banyak hal yang bisa diinvestasikan, termasuk ilmu pengetahuan.

Apalagi ilmu yang diinvestasikan dengan mengajar orang lain sebenarnya hasil investasi hal lain, seperti tenaga dan harta. Sebab lazimnya untuk memperoleh ilmu, seseorang perlu mengorbankan tenaga dan harta untuk belajar bertahun-tahun. Dengan demikian, ketika melakukan investasi ilmu dengan sendirinya juga menginvestasikan harta.

Itulah sebabnya mengapa orang-orang yang telah berilmu menjadi sangat rugi bila tidak menginvestasikannya di jalan yang benar. Apalagi ilmu bisa memperoleh pahala jariyah. Seorang anak didik akan berkemungkinan melahirkan banyak orang terdidik dan pendidik lainnya. Begitulah terjadi secara terus-menerus hingga dunia ini kiamat.

Karena itu, usaha belajar juga harus diniatkan untuk investasi ke jalan yang benar agar memperoleh keuntungan pahala yang berlipat ganda, asalkan diniatkan untuk kebaikan. Jika salah niat, misalnya “mempelajari ilmu hanya untuk mencari harta benda dunia, maka dia tidak akan mendapatkan wangi surga di hari kiamat” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, & Ahmad).

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved