Lagi, Korban Calo Proyek APBK Melapor ke Polisi

Jumlah korban kasus dugaan calo proyek yang melapor ke Mapolres Aceh Barat terus bertambah

Lagi, Korban Calo Proyek APBK Melapor ke Polisi
RADEN BOBBY ARIA PRAKASA, Kapolres Aceh Barat

* Serahkan Uang untuk Dapat Proyek

MEULABOH - Jumlah korban kasus dugaan calo proyek yang melapor ke Mapolres Aceh Barat terus bertambah. Sebelumnya tiga orang, kini bertambah satu lagi. Ia melapor pada Selasa (8/1) sore. Korban terbaru seorang pria yang mengaku menyerahkan uang Rp 99 juta karena dijanjikan akan mendapat proyek dari dana APBK Aceh Barat 2018 untuk merehab rumah dinas sekretaris daerah (sekda) setempat.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Serambi, Rabu kemarin, korban terbaru yang melapor itu merupakan warga sebuah desa di Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat. Pria tersebut menyerahkan uang tunai September lalu kepada Y, pria yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan polisi, dengan harapan mendapat paket proyek.

Namun, hingga akhir tahun 2018 janji tersebut tak kunjung direalisasikan sehingga pria tersebut ikut melapor ke Polres Aceh Barat. Apalagi sebelumnya dua hari lalu tiga pria lainnya di Aceh Barat juga melapor ke mapolres setempat karena merasa diperdaya oleh Y yang meraup uang Rp 230 juta dari tiga korbannya.

Khusus pria N selaku korban dalam laporannya ke polisi ikut menyerahkan empat lembar bukti kuitansi yang diteken oleh tersangka Y sebagai penerima.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK menjawab Serambi kemarin mengakui bahwa jumlah korban dalam kasus dugaan penipuan janji dapat proyek itu bertambah sehingga jumlahnya kini menjadi empat orang. “Korban terbaru mengaku telah menyerahkan empat kali setoran dengan total 99 juta rupiah kepada tersangka,” katanya.

Menurut Kapolres Aceh Barat, kasus ini masih terus didalami polisi dan kepada warga lain yang menjadi korban diminta untuk melapor ke polisi sehingga dapat diusut sekalian. Tersangka dalam kasus ini masih dua orang, yakni Y dan I alias R, keduanya pria. “Masih terus didalami penyidik untuk dikembangkan,” jelasnya.

Kapolres didampingi KBO Reskrim, Iptu P Panggabean mengatakan, dari pemeriksaan sementara terhadap dua tersangka bahwa uang hasil dugaan penipuan itu digunakan sendiri oleh kedua tersangka. “Sejauh ini pengakuan tersangka ya begitu. Kami masih terus memastikannya,” kata P Panggabean.

Menurutnya, kasus ini akan diusut tuntas serta akan memeriksa saksi-saksi guna melengkapi berkas perkara. Sejauh ini kedua tersangka dijerat dengan pasal dugaan penipuan, yakni memberikan iming-iming proyek kepada korban dengan meraup keuntungan dari korban. “Warga lain yang merasa menjadi korban silakan melapor ke polisi karena kasus ini masih dalam proses penyidikan,” imbau Iptu Panggabean.

Seperti diberitakan terdahulu, Kapolres Aceh Barat, Sabtu (5/1) secara resmi menahan dua pria tersangka calo proyek APBK berinisial Y (38) dan I (42) alias R. Keduanya ditangkap Jumat (4/1) setelah polisi menerima laporan dari tiga warga yang jadi korban dengan menyerahkan total uang Rp 230 juta kepada tersangka.

Ketiga korban yang melapor ke Polres Aceh Barat adalah pria J, M, dan S, warga Aceh Barat. Mereka sudah menyerahkan uang kepada tersangka dengan jumlah bervariasi sehingga totalnya Rp 230 juta.

Kedua tersangka termasuk sosok terkenal di Aceh Barat karena dekat dengan pejabat pengambil keputusan dan pengurus sebuah partai politik (parpol). Tersangka tercatat sebagai warga Kecamatan Woyla Timur.

Dalam praktiknya, mereka menjanjikan akan memberikan proyek swakelola dari APBK 2018 kepada ketiga korban. Namun, hingga akhir tahun 2018 janji itu tidak direalisasi meski sudah beberapa kali dipertanyakan. Karena janji itu dinilai tak mungkin lagi terealisasi, akhirnya ketiga korban menempuh jalur hukum.

Mendapat laporan itu, polisi segera membekuk kedua tersangka di rumahnya untuk proses hukum. Polisi memeriksa pelapor dan terlapor serta menggelar perkara. Setelah didalami dan memenuhi unsur sehingga ditetapkanlah Y dan I sebagai tersangka dan resmi ditahan. Dalam proses hukum kasus itu, polisi menyita tiga lembar kuitansi sebagai barang bukti (BB) penyerahan uang oleh korban kepada pelaku.

Pria J satu dari tiga pelopor yang ikut membuat laporan ke Polres Aceh Barat menyatakan dirinya menyerahkan uang Rp 120 juta kepada kedua tersangka pada Maret 2018. Pada awalnya dijanjikan proyek akan direalisasikan bulan April, lalu berubah menjadi Juni. Tapi hingga akhir tahun tidak juga terealisasi. Uang para korbannya juga tak dikembalikan. Orangnya malah menghilang. (riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved