Pimpinan DPRA Minta Produsen dan Eksekutif Atasi Kelangkaan Pupuk Subsidi di Aceh

Sampai minggu kedua Januari 2019, belum ada penandatanganan kontrak penjualan pupuk jenis subsidi dari distributor ke kios pengecer.

Pimpinan DPRA Minta Produsen dan Eksekutif Atasi Kelangkaan Pupuk Subsidi di Aceh
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
ILUSTRASI -- Pekerja memuat ratusan ton pupuk bersubsidi di Gudang Penyangga Lini III Abdya di Desa Keude Paya, Blangpidie, Jumat (26/1/2018). 

Laporan Herianto | Banda Aceh

SERAMBINES.COM, BANDA ACEH -- Pimpinan DPRA meminta kepada produsen pupuk bersubsidi, PT Petro Kimia bersama distributor dan Disperindag untuk mengatasi kelangkaan pupuk bersubsidi jenis, ZA, SP 36, Ponska/NPK di kios-kios pengecer di kecamatan seluruh Aceh.

“Kamis siang kemarin kami datangi kios pengecer pupuk bersubsidi di Lambaro dan kecamatan lainnya di Aceh Besar, untuk jenis pupuk bersubsidi itu, stoknya sudah habis di kios pengecer,” ujar Wakil Ketua I DPRA, Sulaiman Abda kepada Serambinews.com, usai meninjau kios pengcer pupuk bersubsidi di Kawasan Aceh Besar, Kamis (11/1/2019).

Para pedagang pupuk subsidi di Lambaro melaporkan stok pupuk subsidi jenis ZA, Sp 36, NKP/Ponska tak ada di kios pengecer.

Menurut Sulaiman Abda, ada dua alasan.

Baca: Kuota Pupuk Subsidi Turun Drastis

Baca: Ini Jumlah Kebutuhan Pupuk Bersubsidi di Simeulue Tahun 2019

Baca: Kasus Penimbunan Pupuk Bersubsidi di Kecamatan Sakti, Polres Pidie Sita 5 Ton Urea

Pertama alokasi yang diberikan distributor kepada kios pengecer pada akhir tahun 2018 lalu sedikit.

Per kios pengecer hanya diberikan 1 – 2 ton, sementara untuk pupuk urea subsidi diberikan 5–10 ton.

Alasan kedua, sampai minggu kedua Januari 2019, belum ada penandatanganan kontrak penjualan pupuk jenis subsidi dari distributor ke kios pengecer.

Padahal, kuota pupuk subsdi sudah di SK kan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh kepada masing-masing Kabupaten/Kota, 27 Desember 2018 lalu.

Akibat tidak adanya stok pupuk bersubsidi jenis ZA, SP36 dan Ponska/NKP di kios pengecer, petani terpaksa harus membeli jenis pupuk yang non subsidi dengan harga yang mahal.

Baca: PIM Jamin Distribusi Pupuk Subsidi Aman

Baca: Pupuk Subsidi Masih Langka

“Kalau penyaluran pupuk bersubdisi dilakukan tidak tepat waktu, jadi untuk siapa pupuk tersebut disubsidi. Karena masa penggunaan pupuk tersebut kalau sudah lewat harinya, tidak berguna lagi,” ujar Sulaiman Abda.

Untuk itu, kata Sulaiman Abda, ia meminta Disperindag Aceh mengundang produsen pupuk dan distributor untuk menyusun perencanaan program kerja penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2019.

“Ini segara harus dilakukan, jika ingin berbakti dan mengabdi untuk petani dan negara,” ujar Sulaiman Abda. (*)

Penulis: Herianto
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved