Fenomena Baru di Aceh, Ramai-ramai Bikin Paspor untuk Pergi ke Jakarta

“Jangan sampai nanti kebijakan ini membuat orang berpikir dua kali untuk tetap ‘menjadi’ orang Indonesia,” kata sosiolog Ahmad Humam Hamid

Fenomena Baru di Aceh, Ramai-ramai Bikin Paspor untuk Pergi ke Jakarta
KOLASE SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Kolase foto suasana di terminal keberangkatan Bandara SIM Blangbintang Aceh Besar dan peta jalur penerbangan Banda Aceh - Jakarta, dan Banda Aceh - Kuala Lumpur - Jakarta. 

Sementara melalui jalur Banda Aceh - Kuala Lumpur - Surabaya dengan maskapai Air Asia, harga tiketnya adalah Rp 950.000 per orang.

Maka, untuk 6 orang, Safaruddin hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp 5.700.000.

Harga tiket tersebut, kata Safaruddin, sudah dia booking untuk penerbangan bulan Februari 2019.

“Saya bisa menghemat hampir 20 juta Rupiah. Dipotong untuk biaya pembuatan empat paspor sebesar Rp 1.420.000 (Rp 355 ribu per paspor), lalu potong lagi untuk ongkos bus dari Surabaya ke Malang sekitar 500 ribu, saya masih bisa menghemat sebesar 18 juta Rupiah,” kata pemegang kartu GarudaMiles Platinum bernomor 725 054 116 ini.

Baca: Kenaikan Harga Tiket Dianggap Sudah Tak Wajar, Warganet Buat Petisi “Turunkan Harga Tiket Pesawat “

Baca: Harga Tiket Pesawat dari dan ke Aceh Mahal, Pimpinan DPRA Surati Dirut PT Garuda Indonesia

Paspor ini dibutuhkan karena perjalanan ke Malang harus dilakukan melalui pintu keberangkatan internasional.

Jika tidak memilih Garuda Indonesia, atau pilih penerbangan domestik lainnya selain Garuda, harga tiket dari Banda Aceh ke Malang juga berkisar antara Rp 3 juta per orang.

Safaruddin pun mengimbau masyarakat Aceh yang ingin ke Jakarta atau daerah-daerah lain di Pulau Jawa agar memilih jalur Kuala Lumpur.

“Lebih bagus lagi kalau meginap selama satu malam di Kuala Lumpur, bisa jalan-jalan dan belanja di sana,” ujar Safaruddin seraya menyatakan kekesalannya terhadap “kebijakan pemerintah yang sangat tidak prorakyat.”

“Bukannya memberikan layanan khusus kepada rakyat Aceh yang telah menyumbang nenek moyangnya dahulu, Garuda Indonesia malah mencekik masyarakat Aceh. Padahal banyak obligasi milik rakyat Aceh yang belum mereka bayar dengan berbagai alasan,” tukas Direktur Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) ini.

Direktur YARA Safaruddin
Direktur YARA Safaruddin (SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR)

Terpaksa Beli Tiket Mahal

Nasib tak mengenakkan dialami sejumlah mahasiswa asal Aceh yang sedang menuntut ilmu di Pulau Jawa.
Beberapa dari mereka terpaksa membeli tiket mahal, karena tidak punya paspor.

Halaman
1234
Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved