‘Ghibah’ di Era Digital

GHIBAH adalah menyebutkan sesuatu yang terdapat pada diri seorang muslim, sedang ia tidak suka (jika hal itu disebutkan)

‘Ghibah’ di Era Digital
google/net

Oleh Zulkifli

GHIBAH adalah menyebutkan sesuatu yang terdapat pada diri seorang muslim, sedang ia tidak suka (jika hal itu disebutkan); baik dalam keadaan soal jasmaninya, agamanya, kekayaannya, hatinya, akhlaknya, bentuk lahiriahnya dan sebagainya. Caranya pun bermacam-macam, di antaranya dengan membeberkan aib, menirukan tingkah laku atau gerak tertentu dari orang yang dipergunjingkan dengan maksud mengolok-ngolok (Wikipedia).

Ghibah juga diartikan menyebut saudaramu dengan sesuatu yang dibencinya, meskipun itu sama seperti yang diucapkannya. Firman Allah Swt, “Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak prasangka, sesungguhnya prasangkan itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujarat: 12)

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Tahukah kalian, apakah itu ghibah? Para sahabat menjawab, Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui. Rasulullah saw bersabda: Engkau membicarakan sesuatu yang terdapat dalam diri saudaramu mengenai sesuatu yang tidak dia sukai. Seorang sahabat bertanya: Wahai Rasulullah saw bagaimana pendapatmu jika yang aku bicarakan benar-benar ada pada diri saudaraku? Rasulullah saw menjawab: Jika yang kau bicarakan ada pada diri saudaramu, maka engkau sungguh telah meng-ghibah-nya. Sedangkan jika yang engkau bicarakan tidak terdapat pada diri saudaramu, maka engkau sungguh telah mendustakannya.” (HR. Muslim).

Era digital
Kemajuan teknologi yang terjadi sekarang bukan saja memberi dampak positif, namun dampak negatif pun sangat banyak. Ini sangat tergantung kepada seberapa bijaknya kita dalam menggunakan teknologi. Era digital yang kian membumi ini tentu saja tidak akan dapat kita bendung lagi, karena dalam era digital ini telah menjanjikan banyak kemudahan kepada manusia; dari mendapatkan informasi, kebutuhan hidup, pengetahuan, pengajian sampai berinteraksi dengan manusia lain dibelahan bumi yang berbeda.

Media sosial (medsos) seperti Facebook, Twitter, Instagram, Blogger, dan lain-lain adalah beberapa media digital yang sangat mudah digunakan oleh siapa saja, tanpa ada batasan umur, ilmu, adab dan kedewasaan dalam menggunakannya. Seseorang yang sudah bisa menggunakan Android atau komputer dan terkoneksi dengan internet, tentunya sudah pasti bisa menggunakan aplikasi medsos-medsos tersebut.

Menulis sesuatu yang terdapat pada diri seorang muslim, sedang ia tidak suka (jika hal itu dituliskan); baik dalam keadaan soal jasmaninya, agamanya, kekayaannya, hatinya, akhlaknya, bentuk lahiriahnya dan sebagainya. Yaitu dengan cara menuliskan aib, membuat karikatur tingkah laku atau gerak tertentu dari orang yang dipergunjingkan dengan maksud mengolok-ngolok adalah ghibah digital.

Ghibah digital ini sama dengan ghibah pada dasarnya, karena orang yang melihat atau membaca akan tidak suka, marah atau benci, bahkan bisa menimbulkan permusahan dan saling memutuskan silaturrahmi. Ini sangat dibenci dalam Islam, bahkan Allah Swt tidak akan memandang kepada orang yang memutuskan silaturrahmi kelak di akhirat dan Allah juga akan memutuskannya.

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya (kata) rahmi diambil dari (nama Allah) ar-Rahman. Allah berkata, “Barangsiapa menyambungmu (rahmi/kerabat), Aku akan menyambungnya; dan barangsiapa memutuskanmu, Aku akan memutuskannya.” (HR. Bukhari).

Menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) yang tinggal menghitung hari lagi, maka kondisi politik di negeri ini semakin panas. Setiap capres dan cawapres tentunya sudah matang mempersiapkan kiat-kiat yang akan mereka lakukan dalam menyongsong kemenangan dan langkah-langkah yang akan dilakukan dan disampaikan pada saat kampanye.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved