Salam

Kita Menanti Kehadiran ‘Peunayong Night Market’?

Pemko Banda Aceh akan segera memindahkan pedagang ikan, ayam, daging, dan sayur di Peunayong ke Pasar Ikan PPS

Kita Menanti Kehadiran ‘Peunayong Night Market’?
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Pasar ikan Peunayong, Banda Aceh 

Pemko Banda Aceh akan segera memindahkan pedagang ikan, ayam, daging, dan sayur di Peunayong ke Pasar Ikan PPS Lampulo. Pasar ikan Peunayong dan sekitarnya akan segera ditata menjadi kawasan wisata kuliner dalam sebuah konsep besar ‘Water Front City Banda Aceh.’

Water front city atau Kota di Tepi Air merupakan sebuah konsep pembangunan kota yang berorientasi pada perairan. Untuk menuju ke arah itu, saat ini beberapa fasilitas water front city sudah tertata baik, antara lain di depan Pengadilan Negeri Banda Aceh atau Jalan Tepi Kali. Namun, beberapa sudut kota lainnya seperti di Pango justru sebaliknya, tak terurus. Semoga saja program yang sudah digagas sejak lama ini bisa diwujudkan.

Peunayong, sesunguhnya sejak lama memang sudah dikenal sebagai pusat kuliner Banda Aceh, khususnya pada malam hari. Rex adalah ikon kuliner Peunayong yang melegenda. Tapi, kaum millenial banyak yang tidak tahu Rex. Sebab, pasca tsunami Rex diubah bentuknya sehingga tak lagi bernuansa “Night Market”. Lagi pula, Rex yang sekarang sudah kalah bersaing dengan warung-warung kopi yang tumbuh subuh di kawasan Lampineung, Batoh, Beurawe, dan Ulee Kareng. Namun, warung-warung kopi itu tak ada yang bisa membangun suasana night market yang sedang digilai wisatawan dunia saat ini.

Seorang traveler menulis, “Yang membuat liburan makin seru di Medan, Bangkok, Kuala Lumpur, bahkan Maroko adalah ketika malam hari, berburu barang di pasar malam. Night Market adalah pengalaman wisata belanja paling dahsyat sedunia. Night market adalah bagian dari budaya yang hampir selalu ada di berbagai bangsa. Pasar malam selalu menjadi daya tarik wisata karena setiap negara memiliki ciri khasnya. Masing-masing berbeda dari suasana, barang yang dijual dan pengalaman seru apa yang ditawarkan.”

Bisa dibilang, pasar malam adalah tempat wisatawan bersentuhan langsung dengan masyarakat setempat dalam interaksi yang paling menyenangkan. Konsep pasar malam tidak pernah persis sama di setiap negara. Pasar ini hanya dibuka pada malam hari, walau di banyak tempat pasar ini sudah siap beraksi sejak sore hari. Lokasinya bukanlah gedung pasar permanen melainkan alun-alun kota atau jalan raya yang menjelma menjadi pasar pada malam hari saja.

Jadi, ketika Pemko Banda Aceh menyatakan akan mengubah pasar ikan Peunayong menjadi kawasan wisata kuliner, maka yang paling terimpikan adalah kawasan itu akan berubah menjadi “Peunayong Night Market”. Kita bayangkan akan banyak pedagang di sana yang menjajakan “street food”, buah-buahan segar serta olahan, souvenir, dan lain-lain. Akan ada ribuan orang setiap malam yang datang ke night market untuk menikmati kuliner sambil berbelanja.

Night market, sebagai mana kita lihat di banyak negara, konsepnya sederhana saja, tapi daya tariknya luar biasa. Di Bangkok, di Kuala Lumpur, di Medan, di Solo kita melihat night market sangat diminati. Pasarnya terbuka, tidak ada aroma mesum di sana. Dan, ini sangat cocok hadir di Banda Aceh, apalagi dengan label “halal”. Satu hal yang menjadi “PR” besar bagi Pak Wali Kota adalah bagaimana mendidik penghuni night market itu menjadi pedagang yang bersih, yang sopan, yang tertib, serta yang profesional!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved