Citizen Reporter

Korsel, Negeri yang Bikin “Google” Sendiri

SIAPA yang tidak kenal Google? Sekarang, hampir semua orang menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari

Korsel, Negeri yang Bikin “Google” Sendiri
IST
IKHWAN REZA

OLEH IKHWAN REZA, putra Aceh kelahiran Pidie, CEO Bagidata, melaporkan dari Korea Selatan

SIAPA yang tidak kenal Google? Sekarang, hampir semua orang menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari. Mulai dari mencari informasi, menyimpan dokumen, hingga semuanya ada di dalam genggaman kita (android). Google seakan menguasai internet saat ini bersama Facebook dan raksasa internet lainnya. Bahkan untuk tingkat dunia, search engine market share telah dikuasai Google dengan 92,74%, diikuti Yahoo, Bing, Yandex dengan 2.32%, 2.17% dan 0.6% berturut-turut (versi gs.statcounter.com).

Namun, tidak semudah itu di Korea Selatan (Korsel). Jika kita bertanya kepada orang-orang di Korsel search engine apa yang mereka gunakan maka mayoritas akan menjawab “Naver”, situs portal pencarian terpopuler di Korsel.

Saya begitu penasaran sehingga harus berdiskusi lebih dalam dengan peserta Daejeon Information & Culture Industry Advanced Fair (Dica Fair) ) yang mempertemukan startup-startup Korea dengan startup dari berbagai negara.

Setelah berdiskusi, saya langsung teringat perkataan Jack Ma, “If eBay are the sharks in the ocean, we are the crocodiles in the Yangtze River.”

Jika eBay adalah hiu-hiu di samudra, kita adalah buaya di Sungai Yangtze. Begitulah perkataan Jack Ma yang mencerminkan betapa ia memiliki visi dan keberanian yang kuat menghadapi eBay yang pada saat itu sangat menguasai eCommerce dunia. Jack Ma memandang, eBay boleh saja menang di percaturan dunia, tapi jangan sampai menang juga di tempat yang sangat dikuasai oleh Jack Ma dan kawan-kawan, yaitu tanah air mereka, Cina. Alibaba memenangkan pertarungan dengan caranya sendiri, tidak dengan mengikuti cara eBay.

Begitulah yang dilakukan Naver, mereka tidak hanya ingin punya search engine, tetapi mereka bersungguh-sungguh ingin membuat search engine yang sesuai dengan kebutuhan pengguna (user) di Korea sendiri.

Beberapa kalangan mungkin mengklaim bahwa kesuksesan Naver ini karena banyak webmaster yang tidak menggunakan Google untuk mengindeks web-nya untuk berbagai alasan, salah satunya keamanan, bisa jadi ini benar.

Namun, jika kita melihat lebih mendalam, ternyata Naver benar-benar memberikan solusi kepada masyarakatnya yang tidak bisa di-deliver oleh Google. Bahkan, dalam beberapa hal inovasi, Naver lebih duluan daripada situs search engine lainnya. Contohnya, sejak 2002 Naver merilis Knowledge In, fitur seperti Yahoo Answer yang sampai sekarang masih digandrungi oleh pengguna. Selain itu, Naver lebih dulu menampilkan jenis pencarian yang beda sebelum Google. seperti gambar, video, berita dan lain-lain, me.naver.com juga telah hadir jauh sebelum Google meluncurkan Search Plus My World (SPYW).

Raksasa search engine Korsel ini didirikan sejak 1999 oleh karyawan-karyawan ex-Samsung. Naver dapat dikatakan sebagai Yahoo Answer, Blogger, Youtube, dan Google search yang digabung, termasuk News search, blog search, Q&A Database, dan lain-lain.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved