Langsa Tangani 57 Kasus Jinayat

Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Langsa sepanjang tahun 2018 menanggani 57 kasus, berdasarkan Qanun No 6 Tahun 2014

Langsa Tangani 57 Kasus Jinayat
SERAMBINEWS.COM/ZUBIR
Pelaku maisir saat dicambuk di Lapangan Merdeka Langsa. 

* Sebagian Besar Sudah Dieksekusi di Depan Umum

LANGSA - Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Langsa sepanjang tahun 2018 menanggani 57 kasus, berdasarkan Qanun No 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat. Kasus itu terdiri dari khalwat (mesum), maisir (judi) dan khamar (minum-minuman keras)

Kadis Syariat Islam Langsa, Drs H Ibrahim Latif MM, Kamis (10/1) mengatakan sebagian besar kasus tersebut sudah diselesaikan. Disebutkan, kasus terbanyak maisir dengan jumlah 32 orang dan 28 tersangka telah dicambuk dan empat lainnya mendapat pembinaan karena masih dibawah umur.

Untuk kasus khalwat mencapai 20 orang atau 10 pasangan non-muhrim, dan semua pelaku telah dicambuk di depan umum sesuai mendapat putusan bersalah dari Mahkamah syariah. Kemudian kasus khamar atau minuman keras hanya 5 orang, dan sudah dicambuk setelah mendapat putusan Mahkamah Syariah.

Sedangkan untuk pelanggaran Qanun Nomor 11 tahun 2002 tentang pelaksanaan syariat Islam bidang aqidah, ibadah dan syiar Islam, terutama pasal 13 ayat 1 yaitu tentang kewajiban berbusana Islami, ada 392 kasus. Dikatakan, jumlah pelanggaran busana Muslimah turun dibandingkan 2017, yakni 499 kasus.

“Untuk kasus pelanggaran Syariat Islam tentang busana mengalami penurunan, dari 499 kasus pada 2017, turun menjadi 392 kasus pada 2018,” ujar Ibrahim Latif. Ibrahim Latif yang juga Ketua IPHI Langsa berharap kasus pelanggaran Syariat Islam pada 2019 semakin turun dan perang orang tua dan masyarakat sangat dibutuhkan.

Dia meminta semua pihak untuk mendukung upaya penegakan Syariat Islam, karena tugas ini bukan sepenuhnya berada di tangan pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat. Dikatakan, tanggung jawab bersama yaitu pemerintah dari berbagai sektor, ulama dan masyarakat, maupun pihak terkait lainnya.

Disebutkan, apabila kerjasama ini dapat dibangun dan ditingkatkan, maka kasus pelanggaran Syariat Islam dipastikan akan berkurang. “Penegakan Syariat Islam akan terus dapat kita tingkatkan, dengan dukungan semua pihak, terutama masyarakat,” ujarnya,

Dia menegaskan akan terus berkomitmen untuk menjaga penegakan Syariat Islam di wilayah Langsa. “Warga harus memiliki sikap yang sama dalam menegakkan syariat Islam,” harapnya.(zb)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved