Pengadilan Myanmar Tolak Banding Dua Wartawan Reuters

Pengadilan Myanmar menolak upaya banding dua wartawan Reuters yang dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara atas tuduhan melanggar UU Rahasia Resmi.

Pengadilan Myanmar Tolak Banding Dua Wartawan Reuters
Anadolu Agency
Wartawan Reuters Wa Lone dikawal oleh polisi setelah sidang pengadilan di Yangon, Myanmar. 

SERAMBINEWS.COM - Pengadilan Myanmar pada Jumat (11/1/2019) menolak upaya banding dua wartawan Reuters yang dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara dengan tuduhan melanggar Undang-Undang Rahasia Resmi.

Pengadilan Myanmar mengatakan, banding dua wartawan itu tidak memberikan bukti cukup untuk menunjukkan mereka tidak bersalah.

"Itu adalah hukuman yang sesuai," kata Hakim Pengadilan Tinggi Aung Naing.

Pemimpin Redaksi Reuters, Stephen J Adler mengatakan putusan ini adalah bentuk ketidakadilan terhadap dua wartawannya, Wa Lone dan Kyaw Soe Oo.

“Mereka tetap berada di balik jeruji besi karena satu alasan: mereka yang berkuasa berusaha membungkam kebenaran,” kata Adler dalam sebuah pernyataan seperi dilansir Reuters.

Baca: Perwakilan Indonesia di Komisi HAM ASEAN Desak Pemerintah Tegas terhadap Myanmar Terkait Rohingya

Baca: Lagi, Pengungsi Rohingya Kabur dari SKB Bireuen

Adler menegaskan, peliputan jurnalistik bukan merupakan kejahatan dan sampai Myanmar mengakui kesalahannya, pers di Myanmar tidak akan bebas.

“Komitmen Myanmar terhadap supremasi hukum dan demokrasi masih diragukan," ujar Adler.

Dalam argumen banding yang diajukan bulan lalu, pengacara menyampaikan kurangnya bukti kejahatan yang dituduhkan kepada kliennya.

Mereka mengatakan para jaksa penuntut umum telah gagal membuktikan kedua wartawan Reuters itu telah mengumpulkan informasi rahasia dan mengirimkannya kepada musuh Myanmar.

Jaksa juga dianggap gagal membuktikan kedua wartawan memiliki niat untuk merusak keamanan nasional.

Baca: Kasus Pengusiran Wartawan, Polisi Periksa Dewan Pers

Baca: Diduga Turut Serta Membunuh Mantan Wartawan, Istri Nurhadi Juga Diciduk Polisi

Khine Khine Soe, seorang pejabat hukum yang mewakili pemerintah, mengatakan pada sidang banding, bahwa bukti menunjukkan para wartawan telah mengumpulkan dan menyimpan dokumen rahasia.

Khine menuding kedua wartawan bermaksud merusak keamanan nasional dan kepentingan nasional.(Anadolu Agency)

Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved