ISESCO Tetapkan Yerussalem sebagai Ibu Kota Kebudayaan Islam 2019

Organisasi Islam untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (ISESCO) memilih Yerusalem sebagai Ibu Kota Kebudayaan Islam 2019.

ISESCO Tetapkan Yerussalem sebagai Ibu Kota Kebudayaan Islam 2019
AFP/Thomas Coex
Bendera Israel berkibar di dekat Masjid Kubah Batu Al Aqsa pada 5 Desember 2017. 

SERAMBINEWS.COM - Organisasi Islam untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (ISESCO) memilih Yerusalem sebagai Ibu Kota Kebudayaan Islam 2019.

"ISESCO telah meluncurkan program komprehensif untuk meningkatkan dukungan internasional dan negara-negara Islam bagi pelestarian warisan budaya di Yerusalem," ujar Direktur Jenderal ISESCO Abdulaziz Othman Altwaijri, pada Kamis (10/1/2019).

Dalam deklarasi tahun 2019 sebagai Tahun Warisan Budaya di Dunia Islam di Rabat, Maroko, Altwaijri mendesak otoritas terkait di negara-negara anggota ISESCO untuk mendukung inisiatif tersebut dengan mengorganisir proyek dan program budaya untuk meningkatkan kesadaran tentang warisan budaya.

Dia juga mengusulkan untuk mendeklarasikan ibu kota budaya 2019 lainnya sebagai kota saudara Yerusalem dan mendesak masing-masing negara untuk mengalokasikan Yerusalem dalam kerangka kerja program ibu kota budaya.

Baca: 7 Warga Palestina Ditangkap dalam Penggerebekan di Tepi Barat, Satu Gadis Ditembak di Kaki

Baca: Dengan Bantuan Drone, Arkeolog Temukan Kuil Edom Langka di Israel yang Berusia 2.200 Tahun

Pencurian artefak

Seminggu sebelumnya, Israel memamerkan artefak yang dicuri dari Tepi Barat di sebuah museum Yerusalem.

Saat ini, museum tersebut memajang 20 artefak dari sekitar 40.000 yang diambil paksa pada 1967. Artefak yang dicuri termasuk sejumlah koin dan mangkuk kuno.

Selama empat dekade terakhir, artefak berada dalam kepemilikan otoritas Israel tanpa ada niatan untuk memastikan asal mereka.

Baca: Menlu Jordan Kutuk Keputusan Israel yang Terus Membangun Pemukiman

Baca: Parlemen Israel Setujui RUU yang Melarang Pembebasan Bersyarat Tawanan Palestina

Sementara itu, pihak Palestina mengutuk penjarahan barang antik tersebut.

"Pemajangan artefak curian melanggar hukum internasional, yang melarang kekuatan pendudukan dari melakukan penggalian arkeologi di wilayah yang diduduki," tegas pejabat otoritas Palestina.(Anadolu Agency)

Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved