Kepala BPKS jangan Jadi Boneka Elite

Terkait rencana Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah untuk mengganti Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS)

Kepala BPKS jangan  Jadi Boneka Elite
SERAMBI/SERAMBI
Kapal pesiar Pacifik Eden kembali merapat di Pelabuhan BPKS Sabang, Kamis (18/8).SERAMBI/SERAMBI 

* Forum Keuchik Sabang Minta Plt Gubernur Lebih Bijak

BANDA ACEH - Terkait rencana Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah untuk mengganti Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) memunculkan beragam tanggapan. Koordinator LSM MaTA, Alfian berharap Kepala BPKS jangan jadi boneka para elite. Sedangkan Forum Keuchik Kota Sabang meminta Plt Gubernur Aceh lebih bijak memutuskan sesuatu agar tidak menimbulkan kesan pemimpin otoriter.

Koordinator LSM Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian berharap pergantian Kepala BPKS tidak ada aroma politik sehingga benar-benar bisa membawa perubahan bagi lembaga tersebut.

“Penekanan kita agar kepala BPKS jangan dijadikan sebagai boneka yang dikendalikan oleh orang-orang tertentu yang mementingkan ekonominya, sehingga tidak melihat secara keberlangsungan ekonomi Aceh ke depan,” kata Alfian kepada Serambi, Jumat (11/1) menanggapi mencuatnya rencana Plt Gubernur Aceh yang juga Ketua Dewan Kawasan Sabang (DKS), Ir Nova Iriansyah MT untuk mengganti posisi Kepala BPKS yang kini dijabat oleh Dr Sayid Fadhil SH MHum.

Menurut Alfian, pergantian itu tidak terlepas dari hasil evaluasi Dewan Pengawas BPKS terhadap kinerja manajemen BPKS yang dinilai sangat lemah. Sebagai penggantinya, DKS menunjuk mantan Sekda Aceh Tamiang, Ir Razuardi Ibrahim yang akrab disapa Essek sebagai Plt Kepala BPKS.

Alfian menyatakan, DKS harus bisa memastikan dengan tepat bahwa orang-orang yang ditempatkan di lembaga nonstruktural yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2000 itu adalah yang mampu membawa perubahan bagi perekonomian Aceh.

Sebab, salah satu fungsi hadirnya BPKS sebagai motor penggerak kemajuan pembangunan ekonomi Aceh. “Kita berharap Plt Kepala BPKS bisa membenahi internal manajemen terkait temuan Dewan Pengawas. Itu hal penting yang harus dilakukan,” ujarnya.

Alfian juga berharap agar DKS dan Badan Pengawas BPKS memiliki alur kerja dalam melakukan evaluasi terhadap manajemen BPKS, apakah per semester atau enam bulan sekali. Sehingga proses pengawasan atau evaluasi akan mudah dilakukan.

“Setiap hasil evaluasi atau pengawasan ini kita berharap kepada BPKS agar bisa dipublikasikan ke publik secara terbuka, sehingga publik jugamemiliki andil untuk melakukan pengawasan terutama terhadap masalah-masalah yang timbul,” pungkas Alfian.

Jangan gegabah
Forum Keuchik Kota Sabang, Jumat (11/1) bertemu kepala BPKS, memberikan dukungan atas kepemimpinan Sayid Fadhil sekaligus menandatangani pernyataan bersama.

Ketua Forum Keuchik Kota Sabang, Adnan Hasyim kepada Serambi mengatakan, dukungan yang mereka berikan bukan tanpa dasar tetapi karena adanya indikasi ketidakberesan dalam menetapkan suatu kebijakan.

“Dukungan yang kami berikan jangan diartikan sebagai kepentingan personal, tetapi kami mencium aroma ketidakberesan yang dikondisikan terhadap Kepala BPKS sehingga kami khawatir keputusan yang akan ditetapkan oleh Plt Gubernur Aceh keliru,” kata Adnan Hasyim yang akrab disapa Yahnan.

“Kami melihat Plt Gubenur Aceh Nova Iriansyah terlalu gegabah, tidak berpikir bijak dalam mengambil sikap. Sangat disayangkan sekali kalau keputusan yang diambil tanpa melalui analisa mendalam sehingga dipastikan akan ada yang terzalimi,” tandas Yahnan.

Seharusnya, lanjut Yahnan, sebelum memutuskan sesuatu persoalan terhadap BPKS, pihak Dewan Kawasan Sabang (DKS) memanggil dulu Sayid Fadhil untuk ditanyakan kebenaran dari semua laporan yang diterima, supaya jangan mendengar sepihak.

“Yang kami amati, tugas dan peran Dewan Pengawas bukan lagi sebagai pengawas yang mengingati, tapi sudah menjadi penyidik yang kesannya mencari-cari kesalahan. Hasil ‘pencarian’ itulah yang kemudian dilaporkan ke Plt Gubernur. Namun kami masih tetap berharap Plt Gubernur lebih bijak mengambil keputusan agar tidak memunculkan kesan pemimpin otoriter,” demikian Ketua Forum Keuchik Kota Sabang.(mas/nas)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved