Keude Paya Masih Tanpa Air PDAM

Pasokan air bersih PDAM Gunoeng Kila, Blangpidie, Abdya, sudah lima bulan terhenti total

Keude Paya Masih  Tanpa Air PDAM
net
Ilustrasi

* Sudah Lima Bulan Jaringan Baru tak Berfungsi

BLANGPIDIE - Pasokan air bersih PDAM Gunoeng Kila, Blangpidie, Abdya, sudah lima bulan terhenti total ke sejumlah rumah dan tempat usaha di Gampong Keude Paya, Kecamatan Blangpidie. Persoalan sangat meresahkan itu terjadi setelah dilakukan pemasangan jaringan pipa baru, tetapi tidak berfungsi.

Pemasangan jaringan pipa baru proyek Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim dan LH) Abdya itu dikerjakan Agustus 2018 lalu. Jaringan pipa baru dipasang di sepanjang sisian Jalan Cut Aloh dari Gampong Keude Paya menuju Sangkalan, Susoh. Hal ini seperti disampaikan Marwan, warga Gampong Keude Paya kepada Serambi, Jumat (11/1). “Pipa baru sudah dipasang, namun tidak kunjung berfungsi hingga sekarang,” kata Marwan.

Menurut Marwan, sebelumnya kebutuhan air PDAM untuk sejumlah warga setempat teraliri melalui jaringan pipa lama yang bersumber dari intake Alue Mangota (Babah Lhok), meski terkadang kurang lancar. “Setelah pemasangan jaringan pipa baru, suplai air malah putus total,” tambah Marwan didampingi warga lainnya.

Kondisi yang sama selama lima bulan terakhir ini juga terjadi untuk mesin cetak koran di Jalan Cut Aloh, Keude Paya. Kebutuhan air bersih untuk mencuci peralatan cetak harus menggunakan air sumber sumur bor yang keruh, sehingga berpengaruh terhadap kualitas hasil cetak.

Jamil, seorang karyawan mesin cetak koran tersebut menjelaskan sebelum pemasangan jaringan pipa baru, kebutuhan air bersih untuk mesin cetak koran dipasok melalui pipa khusus satu jalur yang dipasang dari lokasi depan bangunan mesin cetak terus ke sisian Jalan Cut Aloh menuju Jalan Nasional hingga tersambung dengan pipa dari intake Alue Mangota di depan SPBU Keude Paya.

Ketika dipasang pipa baru, pelaksana proyek menggali memakai beko, sehingga menghancurkan pipa satu jalur penyuplai kebutuhan air mesin cetak itu. Akibatnya pasokan air PDAM itu terhenti total. “Pipa lama telah hancur lebur, sementara pipa baru tak berfungsi, sehingga kebutuhan air untuk proses cetak selama lima bulan terakhir terpaksa menggunakan air sumur bor berwarna kuning,” cerita Jamil.

Pelaksana proyek atau Dinas Perkim dan LH Abdya diminta mengganti dan memasang kembali pipa satu jalur yang telah hancur tersebut, sehingga pasokan air bersih kebutuhan mesin cetak lancar kembali. Agar tidak mubazir, jaringan pipa baru yang sudah dipasang diminta segera difungsikan untuk menyuplai air bersih, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun kebutuhan usaha yang beroperasi di Gampong Keude Paya. (nun)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved