Salam

Kita Protes Penaikan Harga Tiket Pesawat

Tingginya kenaikan harga tiket penerbangan domestik memaksa warga Aceh memilih terbang vial Kuala Lumpur (KL), Malaysia jika ingin ke Jakarta

Kita Protes Penaikan  Harga Tiket Pesawat
For Serambinews.com
Bukti pembelian tiket pesawat Garuda dari Jakarta ke Banda Aceh, untuk tanggal 21 Januari 2019, seharga Rp 3.057.700 

Tingginya kenaikan harga tiket penerbangan domestik memaksa warga Aceh memilih terbang vial Kuala Lumpur (KL), Malaysia jika ingin ke Jakarta dan kota-kota lainnya di dalam negeri. “Jalur panjang“ ini mereka tempuh karena harga tiketnya jauh lebih murah daripada penerbangan domestik (misalnya Banda Aceh-Jakarta atau Banda Aceh-Padang). Apalagi, selain harga tiket mahal, fasilitas bagasi gratis juga ditiadakan.

“Saya sudah pesan tiket untuk keberangkatan dari Banda Aceh ke Jakarta dengan transit di Kuala Lumpur. Untuk rute ini ternyata lebih murah dibandingkan langsung ke Jakarta yang harga tiketnya hampir 3 juta rupiah per orang. Apabila kita transit di Kuala Lumpur harga tiketnya justru di bawah 1 juta rupiah per orang,” ujar Boy, seorang warga Banda Aceh.

Warga mengeluh karena kenaikan harga tiket penerbangan domestik kali ini terasa sangat berat, apalagi untuk perjalanan pribadi. Banyak warga mengatakan, “untung ada Air Asia”. Karenanyalah, kini banyak warga Aceh yang memilih penerbangan internasional untuk perjalanan dalam negeri. Dr M Adli Abdullah MCL, dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, mengatakan, “Sekarang, kalau mau pergi ke seluruh Indonesia lebih murah naik AirAsia dan kita transit via Kuala Lumpur. Anak saya ada yang kuliah di Universitas Andalas. Nah, kalau saya mau ke Padang dari Aceh, dulu jalurnya adalah Banda Aceh-Kuala Namu-Padang. Tapi sekarang, jalur Banda Aceh-Kuala Lumpur-Padang jauh lebih murah.”

Adli pun membanding. Banda Aceh-Padang naik AirAsia via Kuala Lumpur ongkosnya hanya Rp 826.000. Sedangkan Padang-Medan saja naik Lion Air tiketnya Rp 1.464.000. Belum lagi ongkos Banda Aceh-Medan. “Nah, kalau naik Garuda dari Banda Aceh ke Padang via Jakarta tiketnya malah 4.364.700 rupiah. Ini yang membuat saya atau istri lebih memilih via Kuala Lumpur kalau ingin ke Padang. Faktanya, lebih murah ke negara orang,” sebut Adli.

Bukan hanya mengeluh, ada juga warga yang mengkhawatirkan kebijakan maskapai nasional mencekik masyarakat sebaliknya maskapai asing justru meringankan, maka bisa jadi lama-lama ini akan melunturkan rasa keindonesiaan kita. Dan, dalam beberapa hari ini memang sangat banyak masyarakat yang berkomentar kecewa kepada maskapai nasional yang menaikkan harga tiket dengan tarif yang gila-gilaan. Sangat tidak memahami kondisi ekonomi masyarakat.

Jadi, kita sangat setuju jika dikatakan bahwa kebijakan penaikan harga tiket pesawat itu adalah sikap pejabat yang panik. Ini kebijakan emosional dan sesaat pasca insiden penerbangan. Kita berharap DPR-RI bukan hanya mengkritik tiket mahal itu, tapi harus memangggil Menteri Perhubungan dan Menteri BUMN untuk memintai pertanggungjawaban tentang kebijakan yang tak masuk akal itu.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved