Sampah Masih Transit di TPA Gampong Jawa

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) milik Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh yang berada di Gampong Jawa

Sampah Masih Transit  di TPA Gampong Jawa
Petugas Bea dan Cukai membuang beras ilegal di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gampong Jawa, Banda Aceh, Selasa (3/5/2016). Sebanyak 15,8 ton gula pasir, 4,1 ton beras ketan, 31 kardus pakaian bekas, 10,5 ton bawang merah, 126.000 batang rokok, 12 colly spare parts, 1 kotak komestik, dan dua pasang sex toys yang merupakan barang impor ilegal itu dimusnahkan dengan cara dibakar dan ditanam di kompleks TPA Gampong Jawa. SERAMBI/M ANSHAR 

BANDA ACEH - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) milik Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh yang berada di Gampong Jawa, masih menjadi tempat transit sampah sebelum akhirnya dibuang ke TPA Regional Blangbintang, Aceh Besar. Bahkan, dari 220 ton rata-rata sampah yang dihasilkan warga Banda Aceh setiap hari, sebesar 10-20 persennya masih dibuang di TPA Gampong Jawa.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh, Drs T Samsuar MSi kepada Serambi, Jumat (11/1), mengakui bahwa TPA Gampong Jawa masih dijadikan tempat transit sampah. “Hal ini kami lakukan untuk efisiensi BBM truk sampah dan karena TPA Regional belum optimal dari segi operasional,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, transit sampah di TPA Gampong Jawa juga bertujuan untuk ‘meniriskan’ sampah agar lebih kering dan berkurang baunya, sebelum akhirnya dikirim ke Blangbintang. “Sampah yang terkumpul di TPA Gampong Jawa juga dipilih oleh pemulung sebelum kita bawa ke Blangbintang. Kita punya enam truk kapasitas rata-rata 10 ton, yang setiap hari berjalan empat trip ke Blangbintang,” imbuhnya. Menurut Samsuar, TPA Gampong Jawa memang harus ditutup karena overkapasitas. Namun hal itu menurutnya harus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan TPA di Blangbintang. “Prosesnya masih terus berjalan sampai kita benar-benar siap. Soal TPA ini bukan sekadar buang sampah, tapi operasional setelahnya juga butuh biaya besar,” jelas dia.

Saat ditanya kapan TPA Gampong Jawa bisa benar-benar ditutup, Kadis DLHK3 Banda Aceh mengaku belum tahu. Dia berharap Pemko Banda Aceh bisa terus besinergi dengan Pemerintah Aceh agar TPA regional dapat segera difungsikan secara optimal. “Semakin cepat semakin baik,” demikian Samsuar.(fit)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved