Tafakur

Urusan Rakyat

Siapapun yang berani diri mengajukan diri sebagai pemimpin harus bertanggungjawab terhadap rakyat yang dipimpinnya

Urusan Rakyat
Tafakur

Oleh: Jarjani Usman

“Barangsiapa yang ditakdirkan oleh Allah Azza Wa Jalla untuk menjadi pemimpin yang mengemban urusan orang banyak, lalu ia menghindar dari orang yang lemah dan yang membutuhkan, Allah pasti akan menutup diri darinya di hari kiamat” (HR. Imam Ahmad).

Siapapun yang berani diri mengajukan diri sebagai pemimpin harus bertanggungjawab terhadap rakyat yang dipimpinnya. Rakyat dari level manapun harus merasakan kehadiran pemimpin, terutama dalam memecahkan berbagai persoalan yang mereka hadapi. Dan sudah umum diketahui bahwa urusan rakyat sangat banyak, beragam, dan terdiri dari berbagai tingkat kerumitan, sehingga setiap bagian memiliki pemimpin.

Namun tak jarang didapati pemimpin yang diskriminatif dalam menyelesaikan persoalan rakyatnya. Termasuk dalam persoalan hukum. Orang-orang yang kaya raya dan mampu membayar lebih banyak dimenangkan, sedangkan yang lemah terabaikan dan bahkan terkalahkan karena tak ada yang mau peduli. Yang lemah pun terpaksa menerima kenyataan, walaupun merasa sangat sakit terzalimi.

Itulah di antara wujud dari pengabaian terhadap orang lemah, yang sudah dianggap sebagai hal yang biasa. Padahal yang demikian tidak boleh dianggap biasa, karena bisa memperlama keberlangsungan ketidak-adilan dalam masyarakat luas. Yang juga penting diingat, membiarkannya juga sama artinya menambah-nambah dosa bagi pemimpin.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved