Warung Kopi dan Tanggungan BPJS

JUMLAH warung kopi di Aceh, kini semakin menjamurnya. Lima tahun lalu atau tepatnya pada 2013 silam, berdasarkan data Dinas Pariwisata

Warung Kopi dan  Tanggungan BPJS
SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Salah satu warung kopi di Idi Rayeuk, Aceh Timur, tampak sepi saat masa libur, Minggu (8/5/2016). 

Oleh Nilawati

JUMLAH warung kopi di Aceh, kini semakin menjamurnya. Lima tahun lalu atau tepatnya pada 2013 silam, berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Banda Aceh menyebutkan bahwa ada sekitar 270 warung kopi di kawasan Kota Banda Aceh. Jumlah tersebut diyakini kini sudah bertambah lebih banyak lagi.

Warung kopi dibangun dengan desain yang semenarik mungkin untuk menarik minat pengunjung mulai dari desain tradisional hingga desain modern untuk menarik minat warga Aceh. Peminat kopi mulai dari kalangan remaja hingga orang tua. Rata-rata setiap orang mampu menghabiskan waktu 2-3 jam, bahkan lebih hanya untuk menikmati kopi dan makanan manis lainnya khas Aceh.

Jika kita telusuri tiap-tiap desa saja bisa memiliki 2-3 warung kopi dan rata-rata penikmat kopi juga mengonsumsi rokok. Tentu saja hal ini sangat berdampak pada pola jenis penyakit yang akan menyerang masyarakat Aceh di masa mendatang. Permasalahan yang lebih serius lagi jika kita amati banyak pekerja/pegawai di Aceh sehabis jam bekerja tidak langsung pulang kerumah melainkan menyempatkan diri untuk sekedar minum kopi bersama teman hingga malam hari dan tentu saja waktu untuk berolah raga menjadi berkurang bahkan tidak ada.

Sejumlah penelitian di dunia juga mengatakan bahwa warung kopi menjadi tempat ketiga bagi masyarakat, setelah rumah, dan kantor. Fenomena minum kopi dan menghabiskan waktu berjam-jam di warung kopi juga sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, terutama di Aceh sebagai satu daerah penghasil kopi ternikmat di dunia.

Menurut satu penelitian yang dilakukan pada 2011 silam, warung kopi kini tidak hanya di dominasi oleh kaum pria dan para lanjut usia saja, kaum wanita dan remaja juga kerap menghabiskan waktunya di warung kopi, bahkan hingga larut malam. Beberapa warung kopi di Aceh menyediakan fasilitas hingga 24 jam untuk pecinta kopi dapat menikmati kopinya.

Kerusakan jantung
Seperti yang kita tahu dan bukan menjadi rahasia lagi bahwa kombinasi antara kopi dan rokok merupakan satu penyebab dahsyat kerusakan jantung. Kafein yang terdapat dalam kopi serta nikotin yang terdapat dalam rokok bekerja saling menguatkan. Ketika jantung bekerja terlalu cepat akibat efek kedua senyawa tersebut, maka beban yang ditanggung jantung akan meningkat, sehingga lama kelamaan akan cepat rusak.

Kopi mengandung 24 zat, yang terpenting adalah kafein (1-2,5%), hidrat arang (7%), zat-zat asam (chlorogenic acid, caffeic acid), tannin, zat-zat pahit, lemak (ca 10%), dan minyak terbang (zat-zat aroma). Melihat kadar zat yang demikian tentu kebiasaan minum kopi yang terlalu banyak dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung karena memperbesar kadar homosistein darah.

Penelitian pada 2007 pernah mengungkapkan bahwa kopi juga bisa mempengaruhi kebiasaan untuk merokok. Seseorang yang sedang ingin berhenti merokok sering gagal hanya gara-gara masih minum kopi yang dalam ingatannya terlanjut melekat dengan aktivitas merokok. Merokok juga menjadi faktor risiko berbagai penyakit kronis lainnya terutama kanker.

Wakil Gubernur Aceh saat menghadiri Pengurus Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama Provinsi Aceh di Balai Kota (10/12/2017), mengatakan prevalensi penderita penyakit jantung di Aceh cukup tinggi. Dari survey Yayasan Jantung Indonesia, tercatat 26,8% kasus kematian disebabkan oleh penyakit jantung. Sementara dr Mohd Andalas, Ketua Panitia mengatakan penyakit jantung menjadi satu “pembunuh” yang sangat berbahaya. Data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa 80% kematian disebabkan oleh penyakit jantung. Penderita penyakit ini pun diketahui sebagai pembayar kesehatan terbesar di dunia.

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved