Pembentukan Tim Khusus Kasus Novel Timbulkan Reaksi Sejumlah Pihak: Pencitraan hingga Politisasi

Tim ini nantinya akan bekerja selama enam bulan, terhitung dari tanggal ditetapkannya surat tersebut hingga 7 Juli 2019 mendatang.

Pembentukan Tim Khusus Kasus Novel Timbulkan Reaksi Sejumlah Pihak: Pencitraan hingga Politisasi
ANTARA FOTO/DHEMAS REVIYANTO
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan melambaikan tangan saat menghadiri acara penyambutan dirinya kembali aktif bekerja di pelataran Gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/7/2018). Kegiatan itu sekaligus diselenggarakan untuk memperingati 16 bulan kasus penyerangan Novel Baswedan yang belum menunjukkan titik terang.(ANTARA FOTO/DHEMAS REVIYANTO) 

SERAMBINEWS.COM - Kepolisian Republik Indonesia (RI) akhirnya membentuk tim khusus untuk mengusut kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

Surat tugas berisi pembentukan tim khusus ini dikeluarkan pada 8 Januari 2019 dan telah ditandatangani oleh Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian.

Tim ini nantinya akan bekerja selama enam bulan, terhitung dari tanggal ditetapkannya surat tersebut hingga 7 Juli 2019 mendatang.

Pembentukan tim khusus ini ternyata memperoleh reaksi yang beragam dari banyak pihak.

Baca: Ditanya Mengapa Sinis Terhadap Pemerintah Rezim Jokowi, Begini Jawaban Ustadz Haikal Hassan

Baca: Dihantam Longsor, Jalan Krueng Meriam Tangse, Pidie Nyaris Putus

Satu diantaranya adalah Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Priyo Budi Santoso, yang berharap langkah pemerintah membentuk tim khusus ini bukan hanya pencitraan saja.

"Mudah-mudahan ini bukan karena untuk bercitarasa ingin meng-create pesona-pesona baru. Mudah-mudahan itu iklas," kata Priyo Budi Santoso, seperti dilansir oleh Kompas TV.

Namun, Priyo mengaku bersyukur karena akhirnya seruan sejumlah kelompok masyarakat yang meminta agar kasus Novel Baswedan dapat dituntaskan akhirnya didengar pemerintah.

Selain itu, dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, ada pula Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, yang berharap agar pembentukan tim khusus ini tidak terkait dengan debat capres-cawapres yang akan dilangsungkan pada 17 Januari 2019 mendatang.

Pasalnya, debat perdana jelang Pilpres 2019 ini akan mengangkat tema hukum, HAM, korupsi dan terorisme dan timses Prabowo-Sandi sebelumnya menyatakan akan mengangkat isu soal kasus Novel pada debat nanti.

"Kami sih berprasangka baik saja, berprasangka baik bukan dipersiapkan untuk menjawab pertanyaan menjelang debat," ujar Dahnil saat dihubungi, Jumat (11/1/2019).

Baca: Gonzalo Higuain Ingin Hengkang, Pelatih AC Milan: Sulit Untuk Menyakinkannya Lagi 

Baca: Penelitian Terbaru: Lautan di Bumi Tengah Memanas Lebih Cepat dari Perkiraan

Halaman
12
Editor: Amirullah
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved