WH Jaga Objek Wisata

Petugas Dinas Syariat Islam dan Polisi Wilayatul Hisbah (WH) Kota Langsa akan mulai melakukan pengawasan

WH Jaga Objek Wisata
SERAMBINEWS.COM/ Foto Humas Setdako Langsa.
Kasatpol PP dan WH, Maimun Sapta, membaca fakta integritas saat pelantikan berlangsung. 

* Setiap Hari Libur dan Minggu

LANGSA - Petugas Dinas Syariat Islam dan Polisi Wilayatul Hisbah (WH) Kota Langsa akan mulai melakukan pengawasan terhadap objek wisata populer. Pengawasan dilaksanakan saat warga Langsa dan sekitarnya mengunjungi hutan manggrove Kuala Langsa dan Taman Hutan Kota, termasuk water park (kolam renang) pada setiap hari libur dan Minggu.

Kepala Dinas (Kadis) Syariat Islam Langsa, Drs H Ibrahim Katif MM, Sabtu (12/1) mengatakan pengawasan objek wisata dilakukan, karena ramai dikunjungi para wisatawan dari berbagai daerah di Aceh dan Sumatera terutama pada hari-hari libur. Dia menilai, di lokasi wisata rentan terjadinya pelanggaran syariat Islam.

“Untuk mencegah pelanggaran syariat Islam, seperti khalwat dan yang mengarah pada perbuatan zina, maka petugas WH dikerahkan ke lokasi wisata,” katanya. Dikatakan, petugas WH bukan hanya mengawasi, tetapi juga melakukan sosialisasi agar pengunjung mengetahui Qanun Syariat Islam yang berlaku di Aceh.

“Lokasi wisata itu telah ditetapkan oleh Wali Kota Langsa sebagai objek wisata Islami, sehingga pengawasan harus dilakukan,” katanya. Dia menjelaskan pengunjung wanita wajib berjilbab dan lelaki tak boleh bercelanan pendek, serta non-muhrim tidak boleh melakukan perbuatan yang mengarah ke mesum.

Ibrahim Latif menambahkan, selain kedua tempat objek wisata tersebut, petugas WH juga mengawasi tempat-tempat pemandian yaitu kolam renang (water park), juga mencegah terjadinya pelanggaran syariat Islam. Dikatakan, petugas WH mengintensifkan razia, seklaigus memberikan edukasi kepada pengunjung objek wisata agar berpakaian Islami,” ujarnya.

Dia mengatakan seluruh pengunjung wanita harus berjilbab, tidak berpakaian ketat, tidak pacaran, tidak melakukan khalwat/mesum dan lainnya yang melanggar syariat Islam. Disebutkan, petugas WH akan terus melaksanakan tugas secara rutin dan berkelanjutan secara bergantian di lokasi wisata tersebut.

Ibrahim Latif meminta pengelola objek wisata maupun water park, agar dapat bekerjasama dalam mensosialisasikan pelaksanaan dan penegakan syariat islam, “Pengelola objek wisata dan water park sama-sama bertanggungjawab mensosialisasikan syariat islam di wilayah ini,” harapnya.

Dia juga meminta masyarakat yang mengunjungi lokasj objek wisata dan water park, agar menjaga aturan dan menghormati serta mentaati pelaksanaan syariat Islam. “Mari kita menjadi WH untuk diri sendiri dan masyarakat, artinya mari kita mengawasi dan menjaga diri sendiri, keluarga dan masyarakat agar tidak melanggar syariat Islam,” tutup Ibrahim Latif.

Dilansir sebelumnya, Kota Langsa akan segera memiliki kebun raya yang dipenuhi berbagai jenis tanaman buah dan lainnya. Kebun seluas 45 hektare itu terdapat di Gampong Timbang Langsa, Kecamatan Langsa Baro dan bakal menjadi kawasan wisata populer di masa mendatang.

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Langsa, Usman Abdullah dan Marzuki Hamid, bersama unsur Forkopimda, dan PNS kembali melakukan penanaman 110 batang bibit pohon kurma, mangga, durian, dan jenis lainnya pada Jumat (4/1/2019) sore. Tanaman itu nantinya akan tumbuh besar dan berbuah, sehingga warga dapat menikmati buah dan keindahan yang ditawarkan dari alam Kebun Raya itu.(zb)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved