Biaya Kargo Meroket, Asperindo Kelimpungan

Usaha jasa pengiriman ekspres di Aceh yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspre

Biaya Kargo Meroket, Asperindo Kelimpungan
IST
PARA anggota Asperindo Aceh melakukan rapat menghadapi kenakan tarif SMU yang sangat mencekik. 

BANDA ACEH - Usaha jasa pengiriman ekspres di Aceh yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo), kini berada di bibir jurang, menyusul kebijakan perusahaan penerbangan atau airline memberlakukan kenaikan tarif angkutan barang dan penumpang.

Ketua Asperindo Aceh, Abdul Aziz mengatakan, kenaikan tarif angkutan cargo atau recomended selling price (RSP) atau juga tarif surat muatan udara (SMU) itu membuat perusahaan jasa pengiriman berada di bibir jurang. “Kami tak sanggup lagi menutup biaya operasional, karena kenaikan itu sudah di atas 100 persen. Ini sama dengan membunuh usaha kami,” kata Abdul Aziz yang didampingi Sekretaris dan Bendahara Asperindo Aceh, T Iskandar dan Junaidi Ahmad.

Dalam nada satir, Abdul Aziz menambahkan, tarif baru itu hanya akan membuat para pengusaha jasa pengiriman ekspres menikmati beras raskin, atau jatuh dalam kelompok dhuafa. “Kalau begini lebih baik pihak air line mengirim beras raskin saja untuk kami,” kata Aziz dalam nada getir.

Menyikapi kondisi tersebut, pihak Asperindo telah melakukan konsolidasi internal, mulai dari jajaran pusat hingga daerah. Khusus untuk pengurus pusat mereka telah menghadap dengan pihak Garuda dan bahkan menyurati Menteri Koordinator Perekonomian dan pihak terkait. Namun sejauh ini harga baru itu tak bisa dinegosiasi.

Bahkan pihak Garuda melalui Direktur Kargonya beralasan, jika kenaikan tarif SMU itu untuk menutupi kerugian Garuda selama dua tahun terakhir, baik dari angkutan penumpang dan kargo. Hingga pilihan satu-satunya, adalah memberlakukan tarif penumpang dan barang yang baru. “Dalam kondisi harga baru ini, malah kami yang kocar kacir, karena nyaris harus, mensubsidi tarif SMU. Jelas ini tak mungkin, karena kami juga usaha kecil yang terhitung pas-pasan,” tutur Abdul Azis.

Kini pilihan satu satunya bagi pihak Asperindo di Aceh adalah memberlakukan penyesuaian tarif SMU bagi para penggunan jasa pengiriman ekspres di Aceh. Sebanyak 12 anggota Asperindo kini terus menggodok tarif baru itu, sebagai win win solution, agar usaha berjalan, dan jasa pengiriman masyarakat juga bisa dilayani. Angka untuk itu masih terus diupayakan dalam batas kesanggupan konsumen.

Ketua Asperindo Aceh, Abdul Aziz menambahkan, di sisi lain biaya operasional perusahaan juga bisa berjalan secara batas wajar. Pihaknya tak juga berpikir terlalu money oriented, yang penting masyarakat terlayani. “Di sisi lain usaha kami jugta bisa berjalan, karena kami juga menampung ratusan tenaga kerja berikut para anggota keluarganya,” tandasnya.

Ditambahkan, tarif baru itu akan segera diberlakukan, karena kini hanya tinggal finishing ditataran kesepakatan para anggota Asperindo Aceh.(nur)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved