BREAKING NEWS - Warga Adan Ditelan Arus Sungai Kuta Tinggi Setelah Melompat dari Rakit Kayu

Seorang lak-laki warga Desa Adan, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), dilaporkan hilang ditelan arus sungai Kuta Tinggi,

BREAKING NEWS - Warga Adan Ditelan Arus Sungai Kuta Tinggi Setelah Melompat dari Rakit Kayu
Foto Dok. SAR Abdya
Warga bersama aparat berada di bendungan Irigasi Kuta Tinggi di Gampong Babah Lhueng, Blangpidie, Abdya untuk membantu pencarian Ali Ajir (32), warga Gampong Adan, Kecamatan Tangan-Tangan yang dilaporkan hilang ditelan arus ketika menurunkan kayu melalui aliran sungai Kuta Tinggi (Kreung Beukah) di lokasi Tuwi Alue Raya, Senin (14/1/2019) sore. 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Seorang lak-laki warga Desa Adan, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), dilaporkan hilang ditelan arus sungai Kuta Tinggi (Krueng Beukah), Kecamatan Blangpidie, Senin (14/1/2019) sore.

Keterangan dikumpulkan Serambinews.com bahwa warga yang hilang ditelan arus sungai itu bernama Ali Ajir (32) yang bekerja sebagai penarik kayu dari hulu sungai.

Menurut keterangan, Ali Ajir alias Ajir bersama dua rekannya, Rudi (30) dan Jul (22), keduanya warga Desa Kuta Tinggi, Blangpidie, Senin (14/1/2019) sekira pukul 16.00 WIB bekerja menurunkan kayu melalui aliran sungai yang sudah dikemas menjadi sebuah  rakit.

Setiba di di Tuwi Alue Raya atau di atas Tuwi Beulangoeng,  korban Ali Ajir melompat dari atas rakit ke dalam sungai yang meluap.

Korban pun langsung hilang ditelan arus  sungai.

Kedua rekannya, kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada masyarakat Gampong Babah Lhueng atau lokasi bendungan Irigasi Kuta Tinggi.

Baca: Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian Warga yang Hilang Terseret Arus Sungai Alas

Baca: Bupati Abdya Sebut Harga Sampah Jauh Lebih Mahal dari Gabah, Kok Bisa?

Baca: Tak Mampu Arungi Sungai, Pria Babah Nipah, Aceh Jaya Ini Hilang Ditelan Arus

Laporan tersebut segera diteruskan kepada pihak berwajib.

Kepala Operasi Satgas SAR Abdya, Erizal dihubungi Serambinews.com menjelaskan, tim gabungan beranggotakan dari SAR, masyarakat Gampong Adan (Tangan-Tangan), Gampong Babah Lhueng (Blangpidie), termasuk aparat TNI/Polri dan BPBK sudah menuju TKP untuk mencari korban dengan menyisir aliran sungai besar tersebut.

Satu tim SAR lainnya berjaga-jaga di bendungan irigasi Kuta Tinggi di Desa Babah Lhueng bersama masyarakat, pihak keluarga korban, aparat TNI/Polri serta anggota BPBK Abdya.

Petugas menggunakan lampu sorot dari mobil SAR yang diarahkan ke aliran sungai di lokasi bendungan irigasi.

Pihak BPBK Abdya juga mengerahkan mesin generator set (genset) ke lokasi aliran sungai yang meluap di lokasi bendungan irigasi.

Tapi, sampai pukul 22.00 WIB (malam tadi), Ali Ajir belum ditemukan. Air sungai yang meluap menjadi kendala upaya pencarian korban.

Keuchik Gampong Adan, Wahidi dihubungi Serambinews.com sedang berada di bendungan irigasi Kuta Tinggi untuk membantu upaya pencarian warganya yang hilang ditelan arus.

Dijelaskan Ali Ajir memiliki istri dengan satu orang anak. (*)  

Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved