Jejak Kaki Harimau Muncul, Muspika Kluet Timur Patroli

Masyarakat Desa Pucuk Lembang, Kecamatan Kluet Timur, Aceh Selatan, dihebohkan dihebohkan dengan kembali

Jejak Kaki Harimau Muncul, Muspika Kluet Timur Patroli
FOR SERAMBINEWS.COM
Anggota Polsek Serba Jadi, dan anggota Koramil Peunaron, meninjau sapi yang dimangsa harimau, di Dusun Krueng Baung, Gampong Peunaron Lama, Kecamatan Peunaron, Aceh Timur, dimangsa harimau liar. 

TAPAKTUAN - Masyarakat Desa Pucuk Lembang, Kecamatan Kluet Timur, Aceh Selatan, dihebohkan dihebohkan dengan kembali ditemukannya jejak kaki harimau yang sudah mendekati pemukiman masyarakat di gampong tersebut, sehingga hal ini pun dilaporkan ke Muspika setempat. Oleh karena itu, Muspika Kluet Timur bersama perangkat desa melakukan patroli di Desa Pucuk Lembang, Sabtu (13/1) malam.

“Pada Sabtu malam pukul 21.00 WIB, Muspika Kluet Timur dan masyarakat bergegas melaksanakan patroli untuk meyakinkan bahwa harimau itu benar adanya dan sudah berkeliaran mendekati permukiman warga,” kata seorang Babinsa Koramil Kluet Timur, Serda Servasius Manek, Minggu (13/1).

Ia menambahkan Muspika Kluet Timur juga sudah telah berkoordinasi kembali dengan pihak Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Selatan untuk segera mengusir satwa dilindungi tersebut. Hal ini untuk mengantisipasi semakin meluasnya keresahan warga. “Kita sudah koordinasi dengan BKSDA untuk segera mengusir jauh binatang yang dilindungi ini, agar masyarakat merasa lebih aman mencari rezeki di kebun,” timpal Camat Kluet Timur, Moeradi.

Seperti diketahui, sebelumnya BKSDA juga sudah menurunkan Pawang dari Meulaboh, Aceh Barat, Sarwani Sabi (70) untuk mengusir harimau dari kawasan permukiman penduduk di Kecamatan Kluet Timur, Aceh Selatan.

Pengusiran harimau melibatkan pawang ini dilakukan BKSDA Aceh Selatan bersama masyarakat dan Muspika Kluet Timur karena ada penampakan satwa dilindungi tersebut di permukiman penduduk makin sering.

Camat Kluet Timur, Moeriadi SE mengatakan, berdasarkan laporan warga, sejak beberapa pekan terakhir, penampakan kawanan harimau (dua pasang) hampir tiap malam. “Sehingga masyarakat makin tidak nyaman dalam beraktivitas,” kata Moeriadi melalui sambungan telepon seluler, Jumat (4/1) malam. (tz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved