Rakyat Tiongkok Kecanduan Air Panas

BAGI kebanyakan orang Tiongkok, minum air panas adalah hal biasa. Tapi di mata orang lain, ini adalah kebiasaan

Rakyat Tiongkok Kecanduan Air Panas
IST
HELMI SUARDI

OLEH HELMI SUARDI, mahasiswa Aceh Jaya, kuliah pada Program Master Jurusan Developmental and Educational Psychology di Huazhong University of Science and Technology, melaporkan dari Tiongkok

BAGI kebanyakan orang Tiongkok, minum air panas adalah hal biasa. Tapi di mata orang lain, ini adalah kebiasaan yang sangat unik karena mereka minum air matang setiap hari, tanpa peduli cuaca sedang panas atau sebaliknya. Lalu, mengapa orang Tiongkok suka minum air panas dan ke mana-mana bawa termos kecil yang bisa diisi ulang dengan air panas?

Kebiasaan minum air panas di Tiongkok ternyata sudah ada sejak lama. Tetapi sebelum minum air panas menjadi budaya, nenek moyang mereka sempat juga seperti kita di Indonesia, yakni selain minum air panas juga meminum air bersuhu normal (natural water), bahkan air dingin juga.

Saya kebetulan menonton acara bincang-bincang “Threesome”, yaitu tentang fenomena termos dan mengapa orang Tiongkok suka meminum air panas. Jawaban untuk acara ini benar-benar mengejutkan saya: Pada zaman kuno, orang Cina selalu suka minum air dingin dan kadang-kadang mereka harus menambahkan es. Malah sejak Dinasti Song, orang-orang Tiongkok suka minum es teh.

Konsep dingin dalam pengobatan Cina mengacu pada kategori makanan (kacang hijau, cincau, durian, dan lain-lain), bukan pada suhu. Akhir abad ke-19, pada saat orang asing mendirikan konsesi di kota-kota Cina banyak orang asing yang meninggal karena demam tifoid. Demam tifus juga telah menginfeksi masyarakat Cina. Lingkungan hidup yang kotor telah membuat situasi ini menjadi lebih buruk.

Pada 1934, penguasa kota-kota di Cina menyarankan masyarakat hanya minum air setelah mendidih. Pada tahun 1950-an, “minum air panas” bahkan menjadi slogan politik yang terlihat di poster. Pabrik dan lembaga mulai menyediakan air mendidih secara terpusat bagi para pekerjanya.

Pada tahun 1959, pengelola taman kanak-kanak diinstruksikan untuk memberi anak-anak air panas tiga kali sehari untuk mengembangkan kebiasaan mereka meminum air panas. Jadi sungguh, orang-orang Tiongkok suka air panas hanya karena membunuh kuman. Itulah alasan sebenarnya mengapa orang Tiongkok suka meminum air panas, yakni demi sterilisasi air panas. Air matang kumannya sudah terbunuh. Jadi, ketika diminum tidak masalah apakah itu panas atau dingin.

Lalu, apakah meminum air panas atau hangat benar-benar bermanfaat? Jawabannya tentu saja ya. Minum air panas atau hangat itu dapat menjaga kesehatan usus. Kita semua tahu bahwa ada banyak mikroorganisme bakteri di dalam air, tapi air panas telah membunuh kuman dengan pemanasan dan perebusan yang menjaga kesehatan lambung dan mengurangi timbulnya penyakit gastrointestinal.

Minum lebih banyak air hangat atau panas itu juga dapat menjadi pencegah dan pengobatan pilek. Minum air panas tidak hanya membantu orang mencegah pilek, tetapi juga meningkatkan metabolisme tubuh. Sampai batas tertentu, ia juga membantu pasien yang sakit sembuh lebih cepat. Meminum air panas dan olahraga yang rutin tampaknya cenderung mengurangi sakit dan ini sudah menjadi kebiasaan rakyat Tiongkok sehari-hari.

Sepertinya, bagi orang Tiongkok, minum air panas bisa menyembuhkan segalanya. Namun, harus kita akui, minum air panas memang bisa membantu kita merasa lebih baik dalam beberapa kasus. Misalnya, ketika merasa sakit perut, sakit kepala, demam, dan sebagainya. Air panas di Negari Tirai Bambu ini sangat mudah kita dapatkan, baik itu di sekolah, kampus, bandara, restoran, hotel, dan maupun di tempat-tempat umum lainnya. Jika kita pergi ke acara formal, informal, atau pun restoran di Tiongkok maka yang pertama disuguhkan ialah air panas atau teh hijau panas.

Para orang tua di Tiongkok bahkan membawa teko berisi teh hijau panas tanpa gula ketika mereka melakukan perjalanan jauh. Hal itu dilakukan dengan alasan perut orang Tiongkok tidak cocok dan diklaim menolak untuk mengonsumsi air dingin dari keran. Itulah saatnya, semua orang Tiongkok mulai meminum air panas dan menganggapnya sebagai kecanduan ataupun kebiasaan. “Dan saat ini, kami masih minum air panas dan menganggapnya baik untuk kami,” ujar seorang teman saya yang kelahiran Tiongkok.

Kesimpulannya, selama mereka bisa mendapatkan air panas, mereka lebih memilih air panas daripada air dingin.

Nah, sekarang musim dingin sedang berlangsung. Kami semua dapat merasakan bahwa hal itu benar-benar menyegarkan dan cuaca lebih dingin setiap pagi maupun malam. Jadi, ini adalah musim untuk minum air panas lebih banyak dan saya bakal lebih sering mendengar pemberitahuan teman saya asal Cina: minumlah lebih banyak air panas agar tidak mudah sakit dan semuanya akan baik-baik saja.

Oleh karena itu, saya kini mulai memaknai bahwa ketika teman sekelas saya mengatakan “minumlah lebih banyak air panas”, itu sebenarnya adalah “kiat perawatan Cina” yang unik di dunia! Dibandingkan dengan orang orang-orang Indonesia, masyarakat Aceh khususnya, jelas bahwa orang Cina lebih banyak meminum air panas sepanjang hari bahkan sepanjang waktu.

Semoga sisi baik dari kehidupan rakyat Tiongkok ini bisa kita contoh demi kebaikan kita dan keluarga, juga seluruh umat manusia, karena tradisi ini bisa digolongkan sebagai bentuk kepedulian kita terhadap kesehatan kita dan orang-orang yang kita sayangi. Bak kata pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati. Penyakit akan cepat datang jika kita cari dan kita bisa tak terjangkit jika kita antisipasi.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved