Rentut Belum Turun dari Kejagung, Tuntutan Kasus Sabu 50 Kg Ditunda Hingga 28 Januari 

Tapi, sidang tersebut terpaksa ditunda hingga Senin (28/1/2019) karena berkas tuntutan dari jaksa belum siap.

Rentut Belum Turun dari Kejagung, Tuntutan Kasus Sabu 50 Kg Ditunda Hingga 28 Januari 
SERAMBINEWS.COM/JAFARUDDIN
ILUSTRASI -- Lima terdakwa penyelundupan sabu-sabu 40 kilogram menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara pada Kamis (1/3). 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh yang dipimpin Bakhtiar SH, Senin (14/1/2019) kembali menggelar sidang kasus sabu-sabu seberat 50 Kg dengan agenda pembacaan tuntutan terhadap lima terdakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Aceh Timur.

Tapi, sidang tersebut terpaksa ditunda hingga Senin (28/1/2019) karena berkas tuntutan dari jaksa belum siap.

“Rentut (rencana tuntutan) belum turun dari Kejaksaan Agung (Kejagung),” kata kuasa hukum terdakwa, Kadri Sufi SH dan Nurul Ramadhani SH seusai sidang.

Kelima terdakwa adalah Abdul Hannas alias Annas (41), Razali M Dia alias Doyok (36), Mahyudin alias Boy (36), dan M Albakir alias Bakir (28) serta Azhari alias Ari (29).

Kelimanya ditangkap secara terpisah oleh polisi dari Mabes Polri dan Bea Cukai yang sedang melakukan patroli.

Sekedar informasi pada Minggu, 3 Juni 2018 terdakwa Annas mendapat telepon dari Abu (DPO) yang menawarkan pekerjaan berupa mengambil sabu-sabu seberat 50 Kg di tengah laut yang didatangkan dari Penang, Malaysia dengan janji akan diberi upah Rp 5 juta perKg.

Dalam melakukan pekerjaanya, Annas melibatkan Boy, Doyok, Bakir, dan Ari.

Baca: Bos Sabu Raib Saat LP Rusuh

Baca: Caleg Perempuan dari PKB Ditangkap Polisi, Ditetapkan Sebagai Tersangka Bandar Sabu-sabu

Baca: Polisi Ringkus 2 Pengedar Sabu di Bireuen, Keduanya Terjerat Hukuman Mati atau Penjara Seumur Hidup

Mereka berhasil mengambil sabu-sabu dari sebuah kapal di tengah laut. Namun penyeludupan sabu-sabu tersebut berhasil digagalkan oleh tim kepolisian dari Mabes Polri dan Bea Cukai.

Dari dakwaan jaksa, perbuatan mereka melanggar Pasal 114 ayat (2) jounto Pasal 132 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (2) jounto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati.   

Kadri Sufi menjelaskan bahwa kliennya bukanlah pemeran utama dalam kasus penyeludupan barang haram itu. Dia mengatakan, dari perkembangan hasil persidangan disebutkan bahwa sabu-sabu itu akan diseludupkan ke Medan, Sumatera Utara, dan Pulau Jawa.

Menurut Kadri, saat ini kelima terdakwa masih ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Banda Aceh yang berada di Desa Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar. (*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved