Rumah Warga Punge Terbakar

Rumah berlantai dua milik almarhum Hasan Puteh, di Jalan Punge Blang Cut, Lorong Family, Gampong Punge Blang Cut

Rumah Warga Punge Terbakar
SERAMBI/MISRAN ASRI
PETUGAS dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banda Aceh sedang memadamkan api yang menghanguskan rumah warga Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, Minggu (13/1). 

BANDA ACEH - Rumah berlantai dua milik almarhum Hasan Puteh, di Jalan Punge Blang Cut, Lorong Family, Gampong Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, Minggu (13/1) siang, terbakar. Meski, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Tapi, seluruh barang milik anak-anak dan cucu almarhum yang kini menempati rumah permanen nomor 21 itu, habis dimangsa api.

Alfi (48), anak almarhum Hasan Puteh yang ditanyai Serambi di lokasi kejadian, menduga kebakaran rumah peninggalan orang tuanya yang kini ditempati oleh kakaknya Ita (53) bersama dua anak-anaknya serta Ina (35) adiknya dan Herry (32) keponakannya itu terbakar sekitar pukul 11.35 WIB akibat korslet listrik yang diperkirakan berasal dari satu kamar di lantai dua.

“Pada saat kejadian, saya sedang tidak berada di sini. Tapi, dari keterangan keponakan saya Herry yang ada di rumah pada saat itu, api berasal dari satu kamar di lantai dua yang kosong dan tidak digunakan. Namun, di kamar itu ada tersimpan barang-barang mudah terbakar, seperti kain, buku, dan barang lainnya,” ujar Alfi.

Menurut Alfi, sejak rumah itu ditempati orang tuanya bersama mereka anak-anaknya tahun 1977 lalu, hingga musibah tsunami menerjang 2004 lalu, rumah peninggalan orang tuanya yang selamat dari terjangan musibah terdahsyat itu, kabel-kabel listrik di rumahnya tersebut belum pernah diperiksa sama sekali. Karena itu Alfi, memperkirakan musibah yang menghanguskan lantai dua di rumah rumah peninggalan orang tuanya akibat hubungan arus pendek.

Alfi sendiri mengaku tinggal di Lamteumen. Sementara rumah peninggalan orang tuanya ditempati kakaknya, Ita bersama dua anak-anaknya serta adiknya Ina. Lalu, di rumah tersebut ikut tinggal seorang keponakannya, Herry. “Pascatsunami, rumah orang tua kami ini ditempati oleh kakak bersama anak-anaknya serta adik saya Ina, serta seorang keponakan saya, Herry. Jadi, yang tinggal di rumah ini ada 5 jiwa dari 2 KK dan setelah tsunami itu, kakak dan adik saya serta ponakan memutuskan tinggal di lantai dua. Karena, masih trauma dengan musibah,” pungkas Herry.

Pantauan Serambi, kurang 30 menit kebakaran yang menimpa rumah permanen milik almarhum Hasan Puteh telah mampu dikuasai oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banda Aceh yang ikut mengerahkan 4 unit armada pemadam ke lokasi kejadian. Proses pemadaman juga ikut melibatkan personel Polsek Jaya Baru dan koramil serta petugas BPBD Banda Aceh dan relawan RAPI serta warga setempat.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, langsung menyambangi lokasi kebakaran rumah warga di Punge Blang Cut, tepatnya berselang sekitar tiga jam pascamusibah kebakaran itu dengan membawa serta bantuan masa panik. Hadir saat Aminullah menyerahkan bantuan, Kepala DPKP Kota Banda Aceh M Nurdin, Kepala Dinsos Kota Muzakir dan sekretarisnya Dody Haikal, serta Camat Jaya Baru Saiful Azhar serta Keuchik Punge Blang Cut, Armaya Surya. Wali Kota juga naik ke lantai dua dan melihat kondisi rumah tersebut yang habis terbakar. “Begitu saya tahu ada musibah ini, saya langsung instruksikan dinsos untuk segera menyiapkan bantuan dan saya minta paling lambat pukul 15.00 WIB bantuan sudah diterima,” ujar Aminullah.

Menurutnya bantuan berupa 40 item barang itu sangat dibutuhkan korban, di antaranya beras, telur, minyak makan, kompor gas, tabung gas, selimut, pakaian hingga kebutuhan untuk shalat seperti mukena dan sajadah. “Kami bawa bantuan ala kadarnya, harapan kami semoga dapat meringankan beban korban,” pungkas Aminullah.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved