Banda Aceh Gagal Pertahankan Adipura, Tersandung di TPA Blanbintang

Karena pengelolaan sampah di TPA menjadi aspek penilaian terbesar, sehingga nilai yang dimiliki Banda Aceh merosot

Banda Aceh Gagal Pertahankan Adipura, Tersandung di TPA Blanbintang
IST
WALI Kota Banda Aceh, H. Aminullah Usman SE.Ak MM melakukan test drive Becak Patroli Sampah di halaman Balai Kota Banda Aceh, Senin (3/12). Kendaraan roda tiga dengan bak khusus di bagian belakangnya itu diserahkan masing-masing satu unit untuk 90 gampong se-Banda Aceh. 

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Setelah beberapa kali berturut-turut meraih penghargaan Adipura.

Tahun ini, Kota Banda Aceh gagal meraihkan penghargaan Piala Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

Padahal selama dua tahun terakhir ini Banda Aceh mampu meraih penghargaan tertinggi dalam bidang lingkungan tersebut.

Baca: Drainase di Banda Aceh Sering Tersumbat, Pemko Ajak Warga Tingkatkan Gotong Royong 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh, Drs T Samsuar M.Si kepada Serambi, Senin (14/1/2018) mengatakan, terdapat sejumlah aspek yang menjadi penilaian penghargaan adipura tahun ini.

Diantaranya kebersihan dalam kota, pasar, taman, hutan kota, partisipasi masyarakat hingga pengelolaan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA).

“Salah satu aspek yang menjadi kekurangan Banda Aceh dalam penilaian tahun ini, yaitu pada pengelolaan sampah di TPA Terpadu Blangbintang,” ujar T Samsuar.

Menurutnya, sebenarnya pengelolaan sampah di TPA Gampong Jawa sudah berjalan dengan baik.

Baca: Bupati Abdya Sebut Harga Sampah Jauh Lebih Mahal dari Gabah, Kok Bisa?

Namun saat ini, hampir 85 persen sampah dari Banda Aceh dibuang ke TPA Terpadu Blangbintang, sehingga penilaian dipusatkan di TPA tersebut.

Dikatakan, pengelolaan sampah di TPA Blangbintang belum berjalan dengan baik, sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam penilaian Adipura.

Karena pengelolaan sampah di TPA menjadi aspek penilaian terbesar, sehingga nilai yang dimiliki Banda Aceh merosot.(*)

Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved