Kuota Pupuk Dikurangi, Mahasiswa Demo PT PIM

Pengurangan jatah subsidi pupuk di Aceh Utara serta langkanya pupuk bersubsidi di Aceh akhir-akhir ini

Kuota Pupuk Dikurangi, Mahasiswa Demo PT PIM
FOR SERAMBINEWS.COM
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi-Eksekutif Wilayah (LMND-EW) Aceh, berdemo di depan gerbang pabrik PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh Utara, Senin (14/1/2019). 

Kadis Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Muhammad Raudhi MSi yang dimintai tanggapannya terkait kelangkaan pupuk subsidi itu mengatakan, di beberapa wilayah kecamatan di berbagai kabupaten/kota memang sudah ada yang menanam padi dan saat ini petani butuh pupuk subsidi.

Kuota pupuk subsidi tahun 2019, kata Raudhi, memang sudah dibagi ke kabupaten/kota berdasarkan Surat Keputusan Kepala Distanbun Aceh. Tapi sebelum dilakukan penandatanganan kontrak penjualan pupuk subsidi tahun 2019 kepada kios pengecer, terlebih dahulu harus dilakukan rapat koordinasi antara Disperindag dan Disntabun Aceh bersama kabupaten/kota dengan produsen dan distributor pupuknya.

Rakor itu, menurut Raudhi, bertujuan untuk membagi kembali kuota penyaluran kepada distributor pupuk yang ada di daerah masing-masing karena jumlah kuota pupuk tahun ini menurun 30 persen lebih dari kuota tahun lalu.

Setelah pembagian kuota per distributor dan wilayah penyaluran baru dilakukan penandatanganan kontrak penjulan pupuk antara distributor dengan pedagang kios pengecer pupuk subsidi. Biasanya ini dilakukan di ibu kota kabupaten/kota atau di kecamatan. “ Rapat koordinasi distribusi pupuknya telah kita rencanakan dilakukan Rabu atau Kamis depan di Kantor Disperindag Aceh.”

Raudhi juga memahami mengapa petani mendesak Pemerintah Aceh segera menyalurkan pupuk subsidi tahun 2019. Alasannya, karena pupuk nonsubsidi sangat mahal harganya, apalagi sekaranag ini kuota pupuk subsidi sudah berkurang dibanding tahun lalu.

Misalnya, harga pupuk urea bersubsidi Rp 1.800/kg atau Rp 90.000/sak (isi 50 kg), pupuk urea nonsubsidi di atas Rp 150.000/sak . Begitu juga harga pupuk subsidi jenis lainnya, seperti SP36, ZA, Ponska/NKP, dan organik, harganya jauh di atas harga pupuk subsidi. “Makanya petani minta agar pemerintah segera mengatasinya,” demikian Raudhi. (bah/her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved