Tafakur

Merasa Berjasa

Ada orang yang merasa sangat berjasa pada pekerjaannya. Padahal pekerjaan yang didudukinya telah memungkinkannya

Merasa Berjasa

Oleh: Jarjani Usman

“Tiga hal yang membinasakan: Kekikiran yang diperturutkan, hawa nafsu yang diumbar dan kekaguman seseorang terdiri dirinya sendiri” (HR. Thabrani).

Ada orang yang merasa sangat berjasa pada pekerjaannya. Padahal pekerjaan yang didudukinya telah memungkinkannya menikmati sejumlah gaji, tunjangan keluarga, tunjangan kinerja, tunjangan kesehatan, tunjangan hari tua, dan sejumlah keuntungan lainnya. Seharusnya, orang yang merasa diri berjasa itu menyadari banyak hal yang telah dinikmati dari tempatnya bekerja.

Lagipula, seseorang sudah merasa berjasa berkemungkinan merasa diri hebat dan lupa diri. Seakan-akan semua perkembangan dalam masyarakat adalah berkat dirinya. Kebanggaan terhadap diri sendiri (ujub) dilarang dalam Islam. Dalam suatu hadits dikatakan: “Seseorang yang menyesali dosanya, maka ia menanti rahmat Allah. Sedang seseorang yang merasa `ujub, maka ia menanti murka Allah” (HR. Baihaqi).

Ketimbang merasa berjasa, lebih baik bersyukur. Dengan bersyukur, akan berusaha memikirkan hal-hal yang belum dilakukan untuk untuk meningkatkan kinerja. Misalnya, seimbangkah antara kenikmatan yang diperoleh dengan pekerjaan yang telah dilakukan selama ini? Jangan-jangan apa yang telah dikerjakan selama ini jauh lebih kecil ketimbang apa yang diperoleh. Jangan-jangan sewaktu bekerja suka mealaikan kewajibannya atau bahkan mengharapkan kewajibannya dikerjakan orang lain.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved