Ongkir Belanja Online Naik

Kenaikan harga tiket maskapai penerbangan berimbas pada harga ongkos kirim (ongkir) belanja online

Ongkir Belanja Online Naik

BANDA ACEH - Kenaikan harga tiket maskapai penerbangan berimbas pada harga ongkos kirim (ongkir) belanja online yang menggunakan jasa ekspedisi pengiriman barang. Akibatnya, harga barang yang dijual kepada pembeli juga ikut naik.

Pedagang Online Shop (Olshop) di Banda Aceh, Dewi Agustina kepada Serambi, Senin (14/1) menyampaikan, kenaikan ongkos kirim ini mulai terjadi sejak awal Januari 2019. Menurutnya, kenaikan harga tiket yang “gila-gilaan” itu berimbas pada harga pengiriman barang dari Pulau Jawa ke Aceh.

“Kalau barang-barang kecil yang dikirim tidak terlalu berpengaruh ke ongkos kirimnya, tapi kalau barang-barang besar seperti elektronik, barang rumah tangga itu terasa naik ongkos kirimnya,” kata Dewi.

Ia menambahkan, selama ini sering membeli dan memesan barang dari Bandung melalui jasa ekspedisi. Sebelumnya ongkos kirim barang Rp 33.000/kg, tapi sekarang naik menjadi Rp 42.000/kg. Kenaikan ini juga berpengaruh ke keuntungan yang diperoleh.

“Kita harus naikin harga, karena ongkos kirimnya naik. Pelanggan juga nanya kenapa naik, yaa kita jelasin dan mereka maklum. Tapi ada juga harga yang enggak kita naikkan, ya berimbas ke keuntungan,” sebutnya.

Namun, kata Dewi, apabila untuk ongkos pengiriman antarkabupaten/kota dalam satu provinsi itu tidak naik. “Ongkos pengiriman barang dari luar ke Aceh maupun sebaliknya itu naik,tapi pengiriman antar kota dalam provinsi tidak naik,” katanya.

Pedagang Olshop lainnya di Banda Aceh, Sri Wahyuni juga menyampaikan ongkos pengiriman belanja online naik, karena pengirimannya melalui maskapai penerbangan. Biasanya ongkos pengiriman dari Jakarta ke Banda Aceh sekitar Rp 35.000-Rp 37.000/kg, naik sekitar 10-15 persen.

“Kalau beli baju satu kilogram bisa dua atau tiga baju, tapi kalau celana jeans kan berat karena tetap dihitung per kilogram,” sebutnya.

Dikatakan, saat ini ia masih memiliki stok barang di toko sehingga belum melakukan pembelian barang dari pusat. Pihaknya berharap kenaikan harga ongkos kirim belanja online bisa turun, karena berimbas pada keuntungan yang diperoleh.

Sementara itu, Wakil Kepala Cabang JNE Aceh, Indra Syahlevi, mengaku kenaikan harga tiket maskapai penerbangan berimbas ke harga kirim barang, akibatnya UMKM di Aceh hingga nasional juga terganggu. “Terganggu semua dengan kenaikan harga tiket, tarif surat muatan udara (SMU), biaya gudang, dan operasional naik semua,” ujarnya.

Ia menyebutkan, sejak Oktober 2018 harga SMU sudah naik beberapa kali, dan hingga kini harganya belum stabil. “Ekspedisi lainnya ongkos pengiriman barang sudah naik, JNE sendiri yang belum. Kita belum tahu di harga berapa karena SMU naik terus. Dari Menteri Perhubungan minta JNE enggak naik, tapi gimana enggak naik harga SMU luar biasa naiknya. Ibarat kita untungnya Rp 1.000 dari per kilogram. Kalau enggak naik diturunkan harga SMU-nya,” kata Indra.

Ia menyanyangkan pelaku usaha kecil yang harus mengeluarkan ongkos kirim lebih mahal dari harga barang yang dijual. Misal, ada yang jual roti bhoi Rp 15 ribu sementara ongkos kirimnya Rp 32 ribu.

“UMKM di Banda Aceh banyak pendatang baru, yang jual barang online kecil-kecilan harga Rp 15 ribu hingga Rp 30 ribu,” sebutnya.(una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved