Kupi Beungoh

Akhiri Polemik BPKS, Ini Cara Majukan Sabang

Lobi tauke sirup “Kurnia” yang telah pindah ke Medan agar membuka usaha di Sabang dengan nilai plusnya adalah harga gula sangat murah di Sabang

Akhiri Polemik BPKS, Ini Cara Majukan Sabang
(DOK.BPKS/Google Maps)
Kolase foto dermaga BPKS Sabang dan peta Pulau Weh (Sabang). 

Oleh: Safaruddin SH*)

BADAN Pengusahaan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) berada dalam polemik berkepanjangan.

Meski telah berusia 18 tahun, BPKS belum memberi kontribusi signifikan dalam memajukan Aceh. Bahkan, akhir-akhir ini BPKS berada dalam sorotan publik.

Sorotan itu tidak hanya datang dari luar, melainkan juga dari internal BPKS sendiri, yaitu dari Dewan Pengawas BPKS dan Dewan Kawasan Sabang (DKS).

Dewan Pengawas BPKS pada semester kedua tahun 2018 dalam evaluasinya melaporkan kinerja managemen bermasalah, tidak transparan, otoriter, dan banyak aturan yang dilabrak. (Dewan Pengawas Sorot BPKS, www.serambinews.com, 26/10/2018).

Baca: Dewan Pengawas Sorot BPKS

Di antara pelabrakan aturan itu adalah Kepala BPKS mengutak-atik pegawai yang melanggar prosedur.

Seperti memutasi direktur tanpa persetujuan Ketua DKS, serta memberhentikan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang berakibat terganggunya serapan anggaran sehingga kinerjanya buruk.

Ketika ditegur oleh Nova Iriansyah selaku Ketua DKS, Sayid Fadhil malah menggelar konferensi pers dengan membawa serta Ketua Forum Keuchik Sabang, Adnan Hasyim.

Seharusnya Sayid Fadhil menemui Ketua DKS atau Dewan Pengawas untuk memaparkan kondisi sebenarnya.

Melakukan perlawanan melalui Forum Keuchik kembali dilakukan oleh Kepala BPKS Sabang pada Januari 2019, ketika mencuat berita Ketua DKS sudah mendapat persetujuan DPRA untuk memberhentikan Sayid Fadhil.

Halaman
1234
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved