Aceh Termiskin di Sumatera, Haji Uma Bilang Prihatin Tapi tak Lagi Mengejutkan

Kondisi ini tidak semestinya terjadi, mengingat jumlah anggaran pembangunan Aceh yang relatif besar.

Aceh Termiskin di Sumatera, Haji Uma Bilang Prihatin Tapi tak Lagi Mengejutkan
For Serambinews.com
ANGGOTA DPD RI asal Aceh, H Sudirman alias Haji Uma mengunjungi mantan kombatan, Muhammad Diah alias Amat Kostrad yang dirawat di RSUD Cut Meutia Aceh Utara, Senin (5/11/2018). Setelah beberapa waktu dirawat di rumah sakit, Amat Kostrad meninggal dunia pada Rabu (14/11/2018) sekira pukul 10.00 WIB. 

Laporan Jafaruddin | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Anggota Komite II DPD RI asal Aceh, H Sudirman alias Haji Uma memberi tanggapan terhadap hasil paparan data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh yang menempatkan Aceh sebagai provinsi termiskin di Sumatera dan peringkat ke enam secara nasional.

Kepada wartawan yang meminta tanggapannya, Haji Uma turut prihatin dan miris atas kondisi kemiskinan di Aceh.

Kondisi ini tidak semestinya terjadi, mengingat jumlah anggaran pembangunan Aceh yang relatif besar.

Namun sebaliknya, Haji Uma mengakui bahwa hal tersebut tidak mengejutkan dan bukan suatu hal baru, karena hampir setiap tahun belakangan ini Aceh selalu mendapat peringkat dalam hal jumlah angka kemiskinan.

"Angka kemiskinan serta pengangguran di Aceh yang tinggi sudah menjadi fenomena lazim yang muncul dalam beberapa tahun terakhir ini. Tentu semua kita ikut prihatin, karena kondisi yang ada ironis dan berbanding terbalik dengan besarnya anggaran yang dimiliki Aceh,” ungkap Haji Uma.

Baca: Bintang Film Umpang Breuh, Mando Gapi Meninggal Dunia 

Baca: Mando Gapi Alami Sesak Usai Pulang dari Tambak, Begini Cerita Istrinya

Menurut Haji Uma, Aceh sedang berada dalam kondisi darurat kemiskinan dan pengangguran, kedua masalah ini sangat serius.

Karena kedua hal ini adalah bom waktu dan dapat berimplikasi pada munculnya masalah lain dalam kehidupan sosial masyarakat Aceh.

"Sudah saatnya semua pihak terkait, terutama pemerintah Aceh untuk menempatkan masalah penanganan kemiskinan dan pengangguran sebagai skala prioritas dan fokus utama dalam proses pembangunan Aceh kedepan,” kata Haji Uma.

Baca: Merasa Seperti Anak Sendiri, Haji Uma Antar Jenazah Bocah Bocor Jantung Menjelang Subuh

Haji Uma melanjutkan bahwa perlu upaya serta komitmen serius bagi penanganan kemiskinan di Aceh, karena Aceh masih memiliki kesempatan mengejar ketertinggalan dengan APBA yang relatif tinggi oleh adanya dana otsus hingga 2027 nanti.

Haji Uma berharap agar sisa waktu yang ada dapat dimanfaatkan serius untuk menangani masalah kemiskinan dan pengangguran yang membelenggu rakyat Aceh.

Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan mesti menghibahkan diri dan pikirannya guna mengangkat martabat rakyat Aceh dengan membebaskan Aceh dari jerat belenggu kemiskinan.

Sementara menyangkut solusinya, Haji Uma yakin Pemerintah Aceh sudah memiliki kajian data dan analisa pemecahan masalah.

Tinggal memastikan komitmen dalam pelaksanaannya serta sinergisasi dukungan dari DPRA.

Baca: Haji Uma: Dengan Islam Manusia Menemukan Kesempurnaan Hidupnya

Namun Haji Uma berpandangan bahwa prinsip keadilan dan kebijakan pro rakyat mesti menjadi roh pembangunan Aceh kedepan.

Haji Uma juga berpendapat agar beberapa hal perlu menjadi perhatian dalam upaya penanganan kemiskinan, di antaranya penguatan SDM, perluasan peluang dan akses lapangan kerja bagi masyarakat, penguatan usaha kecil dan pengembangan yang disertai dukungan terhadap home industri.(*)

Penulis: Jafaruddin
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved