Material Banjir Menumpuk di Jalan Agara-Sumut

Hujan deras yang mengguyur Aceh Tenggara (Agara), Selasa (16/1) malam, menyebabkan jebolnya tanggul sungai

Material Banjir Menumpuk di Jalan Agara-Sumut
SERAMBI/ASNAWI
Material bebatuan yang merupakan banjir kirimkan Sungai tersebut menumpuk di jalan lintasan Jalan Nasional Aceh Tenggara menghubungkan Sumatera Utara persisnya Desa Lama, Kecamatan Ketambe, Rabu (16/1).SERAMBI/ASNAWI 

* Arus Transportasi Terganggu

KUTACANE - Hujan deras yang mengguyur Aceh Tenggara (Agara), Selasa (16/1) malam, menyebabkan jebolnya tanggul sungai di beberapa titik seperti Lawe Ijo, Lawe Bulan, dan Natam Lama. Dampaknya antara lain ratusan hektare lahan pertanian dan ribuan rumah terendam, sejumah desa dipenuhi sisa lumpur dan sampah, serta material yang dibawa banjir seperti bebatuan menumpuk di jalan nasional kawasan tersebut. Kondisi itu mengakibatkan arus transportasi Agara-Sumatera Utara (Sumut), terganggu.

Di Lawe Ijo, Kecamatan Bambel, pada Selasa (16/1) sekitar pukul 21.30 WIB, tanggul sungai jebol mengakibatkan ratusan hektare lahan pertanian dan ribuan rumah di Desa Ampera, Lawe Ijo, Kuning, Likat, dan sekitarnya, terendam. Sementara di Lawe Bulan, jebolnya tanggul yang disertai meluap air sungai meninggalkan sisa lumpur dan sampah di kawasan Desa Kutacane Lama, Kota Kutacane, Lawe Kihing, Pulonas, dan sekitarnya.

Sedangkan ekses dari tanggul jebol dan meluapnya sungai di Natam Lama, Kecamatan Ketambe, arus transportasi di jalan nasional Agara-Sumut persisnya di kawasan Desa Natam Lama dan sekitarnya, jadi terganggu. Penyebabnya, material yang dibawa banjir seperti bebatuan menumpuk di jalan dan jembatan milik Balai Sungai Sumatera I Aceh dan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah I Aceh. Sehingga mobil dan kendaraan jenis lain harus antre dan berhati-hati untuk melintasi kawasan itu secara bergiliran. Hal tersebut tak lepas dari derasnya arus air Sungai Natam yang sudah menggenangi badan jalan.

Musibah banjir itu langsung ditinjau Bupati Agara, Drs Raidin Pinim MAP, bersama Kapolres AKBP Hardeny, Kasdim 0108 Agara, Mayor Eduar Hendrik, Kadisdikbud Agara, Bakri Syahputra SPd MSi, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agara, Ramisin, dan pejabat terkait lainnya ke Desa Lawe Ijo, Natam Lama, dan beberapa desa lain.

Kalaksa BPBD Agara, Ramisin, kepada Serambi, Rabu (16/1) mengatakan, tanggul sungai di Lawe Ijo jebol sepanjang 70 meter. “Kita kerahkan satu alat berat untuk menanganinya secara darurat. Alhamdulillah pembangunan tanggul darurat di Lawe Ijo sudah selesai. Sebab, jika tak selesai kita khawatirkan saat hujan turun lagi akan mengancam sejumlah desa lain di kawasan itu,” ujar Ramisin.

Untuk penanganan pascabanjir di Natam Lama dan Kayu Mentangur, ia berharap Balai Sungai Wilayah Sumatera I Aceh dan BPJN Wilayah I Aceh dapat menurunkan alat berat untuk membuang material bebatuan yang masih menumpuk di jalan nasional. Meski banjir bandang sudah berulang kali terjadi di Agara dalam dua bulan terakhir, ia menilai sampai kini perhatian dari Balai Sungai Sumatera I Aceh masih kurang. Karena itu, ia meminta Plt Gubernur Aceh dan pimpinan DPRA segera memerintahkan Balai tersebut untuk turun membantu menormalisasi Sungai Alas dan Lawe Bulan.

Bantu Rp 50 juta
Bupati Aceh Tenggara, Drs Raidin Pinim MAP, Rabu (16/1), menyerahkan bantuan pribadinya sebesar Rp 50 juta kepada korban banjir di Desa Kutacane Lama, Kecamatan Babussalam. “Bantuan pribadi Bupati Raidin itu diterima Ansari, perwakilan korban banjir di Desa Kutacane Lama,” ujar Kabag Humas Setdakab Agara, Zulfan Harijadi SSTP, kepada Serambi, kemarin. Menurutnya, bantuan itu sebagai bentuk kepedulian Bupati kepada para korban banjir guna meringankan beban mereka.(as)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved