Penjelasan Mengapa Cita Rasa dan Aroma Masakan Terasa Berbeda Saat di Pesawat

Di pesawat, kabin bertekanan rendah menurunkan kadar oksigen dalam darah yang mengurangi kemampuan indera penciuman.

Penjelasan Mengapa Cita Rasa dan Aroma Masakan Terasa Berbeda Saat di Pesawat
NBC News
ilustrasi 

SERAMBINEWS.COM - Salah satu hal yang mungkin tidak disadari saat melakukan perjalanan dengan pesawat adalah perubahan rasa pada aroma dan rasa makanan atau minuman.

Jika membawa serta makanan favorit saat terbang seperti sebatang cokelat spesial, roti lapis atau biskuit, maka rasanya mungkin akan menjadi tidak enak ketika pesawat berada di atas ketinggian 9.000 meter di atas permukaan laut.

Herbert Stone yang memiliki gelar Ph.D di bidang nutrisi dan bekerja untuk misi Apollo mengatakan, dinginnya suhu pesawat bisa menjadi salah satu penyebabnya.

Baca: Polisi Tangkap Tukang Becak di Meulaboh, Terlibat Pencurian 9 Sepmor

 
Dalam udara dingin, makanan menjadi kurang berasa.

Apa yang memengaruhi indera penciuman juga sangat berpengaruh terhadap kemampuan pengecap.

Di pesawat, kabin bertekanan rendah menurunkan kadar oksigen dalam darah yang mengurangi kemampuan indera penciuman.

Baca: Sejumlah Artis Aceh Melayat ke Rumah Mando Gapi

Berkurangnya kemampuan penciuman juga disebabkan oleh kelembaban dalam kabin yang lebih rendah dari Gurun Sahara.

Penelitian juga menunjukkan, persepsi rasa juga bisa diredam oleh suara latar yang keras.

Ketika naik pesawat, suara itu adalah dengung mesin.

Baca: Kritik Erdogan, Bintang NBA Enes Kanter Dicari Oleh Pemerintah Turki

Menurut Wakil Presiden Senior AeroMexico untuk produk dalam pesawat, Antonio Fernandez, ketika di udara, kemampuan indera perasa akan berkurang hampir 70 persen.

Halaman
12
Editor: Fatimah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved